Indonesia-Sarawak Sepakati Bentuk Task Force Kawal Pekerja Migran

  • Whatsapp
Indonesia-Sarawak sepakati bentuk Task Force kawal pekerja migran (foto: KP2MI)

Jakarta, beritalima.com|- Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menerima kunjungan Menteri Industri Makanan, Komoditi, dan Pembangunan Wilayah Sarawak, Malaysia, Dato Sri Dr. Stephen Rundi Utom, serta Wakil Menteri Imigrasi dan Pekerja Migran Sarawak, Datuk Gerawat Gala, di Kantor Kemwnterian P2MI, Jakarta Selatan (27/1), sepakati untuk membentuk task force kawal penempatan pekerja migran Indonesia (PMI).

Pertemuan strategis ini fokus pada penguatan pelindungan dan optimalisasi penempatan PMI di wilayah Sarawak, yang saat ini berjumlah kurang lebih 145 ribu orang. Mayoritas Pekerja Migran di wilayah tersebut terserap di sektor perkebunan sawit (plantation), mulai dari hulu (upstream) hingga hilir (downstream).

Salah satu poin utama disepakati dalam pertemuan teknis tersebut adalah komitmen bersama untuk menekan angka pemberangkatan pekerja migran non prosesural di pasar internasional. Mukhtarudin mengatakan, “kami sudah satu kesepahaman dan satu langkah untuk mengatasi masalah pekerja migran asal Indonesia yang berangkat secara tidak prosedural. Kami bersepakat untuk segera membentuk semacam Task Force atau satuan tugas khusus untuk melakukan pengawasan ketat.”

Guna menutup celah keberangkatan ilegal, kedua negara berkomitmen melakukan reformasi regulasi melalui percepatan proses administrasi. Mukhtarudin memaparkan pihak Indonesia telah memangkas proses penempatan dan verifikasi kerja menjadi 21 hari. Langkah ini disambut baik  pemerintah Sarawak yang juga akan mempercepat penerbitan visa kerja.

“Jika Indonesia sudah menyiapkan proses dalam 21 hari, Sarawak juga akan melakukan hal yang sama untuk percepatan visa, dari yang sebelumnya 30 hari menjadi 20 hari,” ujar Mukhtarudin.

Kerja sama lainnya soal pertukaran database dan sinkronisasi data antar instansi. “Kami akan mencocokkan kompetensi yang dibutuhkan di Sarawak dengan pelatihan atau upgrade skill yang kami lakukan di sini. Jadi, begitu Pekerja Migran selesai pelatihan, mereka sudah memiliki kepastian penempatan karena datanya sudah sinkron. Ini adalah bagian dari upaya implementasi program Quick Win Presiden Prabowo Subianto untuk menempatkan 500.000 pekerja migran pada tahun 2026,” tegas Mukhtarudin.

Mengingat kedekatan sebagai bangsa serumpun di tanah Borneo, Menteri Mukhtarudin juga menitipkan kesejahteraan Pekerja Migran beserta keluarganya. Ia mengapresiasi pemerintah Sarawak yang telah memfasilitasi akses pendidikan bagi anak-anak Pekerja Migran di lokasi mereka bekerja.

Menteri Industri Makanan, Komoditi, dan Pembangunan Wilayah Sarawak, Dato Sri Dr. Stephen Rundi Utom memuji produktivitas pekerja asal Indonesia yang menurutnya tidak tertandingi, terutama di sektor peladangan.

“Saya sampaikan kepada Bapak Menteri, kualitas dan produktivitas pekerja Indonesia tidak ada tolak bandingnya. Mereka sangat cekap dan berkualitas bagus. Itulah mengapa kami ingin terus memperbaiki sistem rekrutmen dan kebajikan (kesejahteraan) mereka agar kerjasama ini terus berlanjut,” kisah Dato Sri Stephen.

Dato Sri yang sempat meninjau PMI asal Manado dan Makassar menyebut kebutuhan tenaga kerja di Sarawak sangat besar di berbagai lini, mulai dari hulu (upstream) yang membutuhkan daya tahan fisik kuat, hingga hilir (downstream) yang memerlukan tenaga profesional dan terampil.

Jurnalis: abri/dedy

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait