beritalima.com

Ini Pesan Lia Iftihama Saat Memperingati Harlah NU

  • Whatsapp

SURABAYA, beritalima.com- 94 tahun yang lalu, tepatnya 31 Januari 1926, Ormas Nahdlatul Ulama (NU) resmi didirikan, di Surabaya, Jawa Timur.

beritalima.com

Berdirinya NU, ditandai dengan pembacaan ikrar resolusi jihad untuk melawan penjajah oleh KH. Hasyim Asy’ari.

Pengurus Wilayah Fatayat NU Jatim, Lia Istifhama, mengatakan, melalui Harlah NU ke 94 ini, warga NU diingatkan kembali tentang rentetan sejarah histori berdirinya Nahdlatul Ulama.

“Termasuk di dalamnya ada sejarah perjuangan NU yang turut andil dalam memerdekaka Indonesia ini,” terang Lia, Jum’at 31 Januari 2020.

Menurutnya lagi, warga NU seperti diajak flashback mengingat kembali resolusi jihad.

“Ini penting, lho. Karena resolusi yang dicetuskan oleh KH. Hasyim Asy’ari tersebut, menjadi spirit perjuangan,” tandasnya.

Ketua III STAI Taruna Surabaya ini juga mengingatkan tentang keberanian dan ketangguhan untuk melawan yang salah, yaitu penjajah.

“Nah, bisa kebayang nggak, kalau sekarang ini bermunculan generasi-generasi yang bisa meneladani ketangguhan itu,” tuturnya.

Lia yang juga Ketua Perempuan Tani HKTI Jawa Timur, berharapg mengharapkan, anak cucu dari keluarga nahdliyin, harus berani tampil ke depan. Harus yakin dan optimis membesarkan NU melalui karya-karyanya.

“Jangan sampai kita yang merupakan kader NU, berpikir harus kaya baru bisa berkarya,” katanya.

Kalau para pendahulu NU saja bisa membuat karya besar, yaitu kemerdekaan RI, maka warga NU sebagai cicitnya, juga bisa melakukan meneladani itu.

“Yang penting kan niat membangun kemaslahatan umat,” imbuhnya.

Berbicara soal angka 94 di Harlah NU Ke-94 ini, mantan Putri NU 2005 tersebut menjelaskan, jika angka 94 merupakan angka yang bagus.

“Generasi millenial adalah yang terlahir pada kurun waktu antara tahun 1977 sampai dengan tahun 1994.
Nah, cocok kan kalau yang lahir sebagai generasi millenial, memiliki spirit tinggi untuk menjadi figur pemimpin. Pemimpin itu syubbanul yaum rijalul ghod. Pemuda hari ini adalah pemimpin hari esok,” tandasnya.

Kepada para generasi milenial, ia mengajak, agar kader NU yang sekarang pemuda, pemudi, alias millenial, harus berani tampil ke depan.

“Kuncinya ucapkan bismillah, niat ingsun nggedekno NU”, pungkas putri mantan komandan Banser Jawa Timur, KH Masykur Hasyim. (Red).

beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait