Ini Sosok Polisi Santri Polres Pamekasan yang Viral di Medsos!

  • Whatsapp

PAMEKASAN, Beritalima.com- Di tengah padatnya tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Di balik seragam dinasnya sebagai Polisi yang bertugas di Satlantas Polres Pamekasan, Bripda Moh. Amirul Mu’minin dikenal masyarakat sebagai sosok religius yang kerap menjadi bilal di berbagai masjid di wilayah Pamekasan.

Tidak hanya itu, Bripda Moh. Amirul Mu’minin juga aktif di program “Polisi Santri” dan Al Banjari Polres Pamekasan.

Tim Al Banjari Polres Pamekasan merupakan grup shalawat yang dibentuk sebagai pendekatan humanis (polisi menyapa masyarakat) dan sering tampil dalam berbagai kegiatan keagamaan serta sosial di Kabupaten Pamekasan.

Tim Banjari ini juga kerap diundang masyarakat untuk tampil dalam acara maulid nabi, isra mi’raj, rumah warga, hingga acara Muslimat NU sebagai wujud pendekatan Polisi kepada masyarakat.

Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto, S.I.K., S.H., M.H melalui Kasihumas Polres Pamekasan Ipda Yoni Evan Pratama,S.H., M.M menyampaikan bahwa Bripda Moh. Amirul Mu’minin bukan hanya berdedikasi dalam tugas kepolisian, ia juga aktif berkontribusi sebagai sosok religius, menjelma menjadi figur Polisi Baik yang nyata di tengah masyarakat.

“ Bripda Moh. Amirul Mu’minin memiliki latar belakang sebagai santri atau pernah mondok di pondok pesantren Al-Djufri Blumbungan, Larangan, Pamekasan, lulusan tahun 2021”, terang Kasihumas Polres Pamekasan.

Ia juga aktif di program “Polisi Santri”, Sosok yang dikenal sebagai Polisi Santri ini merupakan personel pilihan yang telah melalui proses pembinaan mental dan spiritual secara intensif di internal kepolisian.

Keberadaan mereka menjadi jembatan komunikasi yang sangat efektif antara institusi Polri dengan tokoh agama serta masyarakat luas. Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, peran mereka menjadi semakin krusial dalam menciptakan suasana kamtibmas yang kondusif melalui pendekatan sholat taraweh dan Tadarus Al-quran di berbagai masjid dan mushollah di Kabupaten Pamekasan.

“Kehadiran mereka di tengah-tengah warga bukan untuk melakukan penindakan, melainkan untuk memberikan edukasi yang menyejukkan hati dan mempererat tali silaturahmi antar sesama umat” terang Ipda Yoni Evan Pratama,S.H., M.M.

Hal ini membuktikan bahwa profesi sebagai pelindung masyarakat tidak menghalangi seseorang untuk tetap istiqomah dalam menjalankan nilai-nilai ibadah. Kedekatan yang dibangun di atas sajadah ini menciptakan kepercayaan publik yang sangat kuat, karena masyarakat melihat Polisi Santri sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas religius mereka, Selasa (10/3/2026).(AN-KR).

beritalima.com
beritalima.com

Pos terkait