Jalan Amblas di GDC Ini Kata Ketua KPMP dan Praktisi Hukum

  • Whatsapp

DEPOK,beritalima.com
Ketua Komando Pejuang Merah Putih Markas Cabang Kota Depok Bambang Bastari,SH ikut angkat bicara terkait amblasnya sebagian badan jalan di Ruas Jalan Boulevard, Grand Depok City, Depok,sehingga menutup akses keluar masuk kendaran hal tersebut tentu menganggu kelancaran lalu lintas.

Tidak hanya itu dirinya bahkan menilai ada kelalaian dalam proses pembangunan pasalnya banyaknya bangunan di sekitar ikut berperan dalam ambrolnya yang memakan sebagian badan jalan tersebut.

“Harus ada yang bertanggung jawab atas hal ini dan dinas terkait maupun aparat penegak hukum harus bisa mengambil tindakan tegas karena maraknya bangunan pasti memberikan sumbangsih atas ambrolnya jalan tersebut,” jelasnya,Selasa (14/04/2021)

Di katakan bahwa Dinas DLHK, DPUPR dan Perizinan tidak boleh menutup mata karena semua saling berhubungan.

“Seharusnya hal tersebut tidak boleh terjadi kalau masing-masing dinas tahu tupoksinya kalau memang melanggar jangan di berikan izin, kemudian dalam proses pembangunan jembatan juga bagaimana tim monitoringnya apakah sudah sesuai spek atau tidak begitu juga dengan Dinas Lingkungan Hidup izin amdalnya bagaimana,” katanya.

“Untung tidak ada korban jiwa bagaimana kalau ada korban apa tidak tambah ramai lagi lalu kira-kira ada tidak yang mau di salahkan atas peristiwa tersebut,” katanya.

Sementara itu, Praktisi HukumToni Supriady,SH,MH, menanggapi kejadian Amblasnya jalan depan Cafe Gawil

“Amblasnya Jalan yang ada di GDC tersebut, dikhawatirkan karena adanya kurang tegasnya Pihak Pengembang dan Pemkot Depok, kenapa ada Bangunan yang berdiri, padahal ada Saluran Air dibawahnya, jelas terlihat dilokasi, ada Aliran Air ketika Jalan depan Cafe Gawil, dan dikhawatirkan akan merembet, karena lokasi tersebut sudah banyak berdiri bangunan, seperti Warteg,Indomaret,Cafe” ujar Toni.

Sampai saat ini, Jalan yang ambrol masih ditutup, guna proses perbaikan dan penelusuran, kenapa Jalan tersebut bisa ambrol.(Yopi)

Pos terkait