Jalan Berlubang Berujung Pelajar Meninggal, Bang Azran: Keselamatan Warga Prioritas

  • Whatsapp
Anggota DPD RI Bang Azran: Jalan berlubang berujung pelajar meninggal, keselamatan warga prioritas (foto: DPD)

Jakarta, beritalima.com|- Anggota DPD RI/MPR RI Dapil DKI Jakarta Achmad Azran – akrab disapa Bang Azran – soroti musibah seorang pelajar (Aldi Suryaputra dari SMK 34 Jakarta), yang meninggal akibat kecelakaan tunggal di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, diduga dipicu kondisi jalan berlubang (9/2).

Menurut Bang Azran, peristiwa ini jangan hanya dipandang sebagai insiden biasa, karena keselamatan warga di jalan menjadi prioritas. Ini peringatan serius tentang pentingnya kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) dalam pembangunan dan pemeliharaan jalan di ibu kota.

“Jakarta memiliki SOP pembangunan dan perawatan jalan yang jelas, mulai dari perencanaan teknis, pengawasan lapangan, hingga kewajiban pengamanan lokasi pekerjaan. Jika ada lubang di jalan aktif tanpa rambu, tanpa penutup sementara, dan tanpa pengamanan, itu artinya ada tahapan SOP yang terlewat,” ujar Bang Azran.

Sehingga, kata Bang Azran, pembangunan dan pemeliharaan jalan di Jakarta seharusnya berbasis manajemen risiko, terutama di ruas jalan padat dan jalur sekolah. “Dalam SOP Bina Marga, setiap kerusakan jalan yang berpotensi membahayakan pengguna wajib segera diamankan, meskipun perbaikan permanen belum dilakukan. Pengamanan itu meliputi penutupan lubang, rambu peringatan, lampu malam hari, hingga pengalihan lalu lintas jika diperlukan,” terangnya.

Pria asli Betawi itu menilai langkah cepat Pemprov DKI Jakarta menutup jalan berlubang pascakejadian sudah tepat, namun harus dibarengi dengan evaluasi menyeluruh sistem pengawasan dan respons dini.

Anggota Komite I DPD RI itu mendorong agar ada evaluasi terbuka atas waktu respons sejak kerusakan jalan pertama kali terdeteksi, sistem pelaporan kerusakan jalan, termasuk aduan warga.  “Kita tidak boleh menunggu viral atau jatuh korban baru bergerak. Infrastruktur jalan adalah urat nadi kota dan menyangkut nyawa warga,” sorotnya.

Bang Azran mengapresiasi keputusan Pemprov DKI yang menanggung biaya rumah sakit dan pemakaman korban. Namun ia menegaskan bahwa keadilan sejati bagi korban adalah mencegah kejadian serupa terulang.

“Keselamatan pengguna jalan terutama pelajar dan pekerja harus menjadi indikator utama keberhasilan pembangunan kota, bukan hanya panjang jalan yang dibangun atau anggaran yang terserap,” ungkap Bang Azran.

Jurnalis: rendy/abri

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait