Jambore Tim Pendamping Keluarga Sekaligus Sertijab Ayah Bunda Genre

  • Whatsapp

Jombang | beritalima.com – Kali pertama Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPEKB) dan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA ) Kabupaten Jombang mengadakan Gelar Acara Jambore 1000 Tim Pendamping Keluarga di Auditorium Universitas Darul Ulum Kabupaten Jombang, Kamis (23/11/2023). Dari total 3066 kader tim pendamping keluarga hanya beberapa utusan yang ikut Jambore.

Hari ini sekaligus serah terima jabatan Ayah Bunda Genre yang lama Sumrambah dan Wiwik Sumrambah ke Ayah Bunda Genre yang baru yakni Pj. Bupati Jombang dan Ibu Pj. Bupati Jombang yang didapuk oleh BKKBN.

Tiap pendamping keluarga desa tergantung luasan desa bahkan ada yang 3 – 4 tim dalam satu desa. Sedangkan pembentukkan tim pendamping desa berjalan berdasarkan SK Desa mengikuti program BKKBN yang kerap diikuti tiap kecamatan bila mengadakan sosialisasi.

Eva Iryani, selaku Koordinator Pendamping Keluarga Kecamatan Peterongan mengungkapkan bahwa Penyuluh KB adalah pembina tim pendamping keluarga tingkat desa.

Masih dijelaskan Iryani, bahwa Jambore 1000 Tim Pendamping Keluarga ini berkaitan dengan programnya Pj. Bupati Jombang tentang pemberantasan dan penurunan stunting. Oleh karena itu ditegaskan Iryani bahwa di BKKBN, di OPD DPPKBPPPA Kabupaten Jombang ada pendamping keluarga sebanyak 3066 kader.

“Kita tidak mengundang semuanya kita hanya mengundang per desa satu tim, yang nantinya ada dialog interaktif tentang bagaimana program – program yang akan dilakukan di Kabupaten Jombang,” tandas Iryani.

Soal stunting kata Eva Iryani, mengacu pada Perpres No.72/2021 tentamg percepatan penurunan stunting, oleh karena itu ditegaskan Iryani BKKBN tentang percepatan penurunan stunting berada pada rana sensitif, yaitu pencegahan.

“Jadi yang perlu kami tangani adalah keluarga yang beresiko stunting yakni calon pengantin yang akan menikah, ibu hamil, ibu pasca melahirkan, dan ibu yang memiliki anak dua tahun,” tandas Eva kepada beritalima.com

Lanjut Eva karena berada di rana pencegahan bagaimana pengantin yang mau menikah itu dipastikan calon ibunya tidak kekurangan gizi.

“Itulah yang dilakukan pendamping keluarga sama kader kader,” ujarnya.

Dengan demikian katanya pendamping keluarga oleh kader kader hingga calon pengantin nikah, kader pendamping keluarga akan memasukan ke Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil) sampai punya anak dua tahun.

Jurnalis : Dedy Mulyadi

beritalima.com

Pos terkait