Jakarta, beritalima.com|- Empat Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kunjungan kerja strategis ke Gudang BULOG Purwomartani (3/3), untuk memastikan ketahanan dan ketersediaan bahan pangan pokok pada ramadan dan jelang lebaran.
Momentum ini tentunya berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok rentan dan juga stabilitas sosial-ekonomi di DIY.
Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas mengatakan jika kenaikan harga bahan pokok dan pangan merupakan budaya tahunan yang mungkin akan selalu terjadi, sehingga harus diantisipasi.
“Kapasitas DPD RI disini bukan mengawasi tetapi membantu untuk dapat menstabilkan harga. Jogja jangan lebih bergejolak ketimbang provinsi lain. Tentunya, kita akan memastikan harga bahan kebutuhan pokok terjangkau oleh masyarakat, ” tuturnya.
Anggota Komite II DPD RI Hilmy Muhammad menyebut, “kita ingin tahu tentunya terkait dengan konsumsi untuk warga kita di DIY, sebanyak apa stok yang dimiliki, apakah sudah siap ketercukupannya. Tentunya, kita perlu mengetahui dan memastikan supaya proses distribusi ini berjalan dengan semestinya.”
Selanjutnya dari lingkup Komite III, Ahmad Syauqi, menyampaikan bahwa DPD RI hadir untuk memastikan keterjangkauan harga pokok bagi masyarakat terutama kelompok rentan.
Sedangkan Anggota Komite IV DPD RI R.A. Yashinta mengungkapkan, terdapat kenaikan harga bahan pangan jelang Lebaran di DIY terutama pada komoditas cabai dan daging ayam. Namun, secara umum harga bahan pokok masih stabil dan tidak mengalami kenaikan di beberapa wilayah di DIY.
“Jika, harga bahan pangan naik, mari kita cegah perilaku panic buying supaya ketersediaan bahan pokok di pasar bisa merata ke semua warga, ” Yasintha mengingatkan.
Menurut Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Yogyakarta Dedi Aprilyadi, pasokan harga pangan seperti beras, minyak goreng, gula, dipastikan tak mengalami kenaikan dan tidak ada indikasi penimbunan barang.
Dengan posisi stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang BULOG DIY sebesar 48.115 ton (per tanggal 1 Maret 2026). Maka stok beras tersebut cukup aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat DIY selama Ramadan dan Idul Fitri 2026.
“Untuk kegiatan operasi pasar murah demi stabilisasi pasokan dan harga pangan ini bekerjasama dengan Dinas Perdagangan DIY. Hampir tiap minggu kebutuhan stok dan harga tetap stabil, tidak ada indikasi penimbunan. Kami selalu monitor harga bersama tim TPID, untuk menjaga indikasi spekulasi harga menjelang hari besar keagamaan,” terang Dedi.
Jurnalis: dedy/abri








