Jelang Pemberangkatan Haji, Bupati Salwa Berikan Himbauan untuk Para jamaah

  • Whatsapp
Bupati Salwa Arifin saat berikan sambutan dihadapkan calon jamaah haji. (Rois/beritalima.com)

BONDOWOSO, beritalima.com – Setelah dua tahun lamanya tidak memberangkatkan jamaah haji karena pandemi Covid-19, maka di Tahun 2022 ini Pemerintah Indonesia telah mendapatkan izin dari Pemerintah Arab Saudi untuk kembali memberangkatkan calon jamaah haji.

Dengan dibukanya kembali pemberangkatan Calon Jamaah Haji (CJH) pada tahun ini menjadi pertanda baik bagi masyarakat yang telah mendaftar ikut haji. Pada kesempatan yang bahagia ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso memberangkatkan sebanyak 313 orang.

Bupati Bondowoso Drs KH Salwa Arifin menerangkan, dari 313 orang itu terdapat enam kelompok bimbingan haji dan umroh (KBIHU). Yang telah terbagi titik pemberangkatannya.

Yakni diantaranya, KBIHU At-Taqwa, Al-Asy’ari, Nururrahman, Darul Falah dan Al-Mabrur. Yang mana CHJ asal Bondowoso ini masuk dalam kloter 30 bersama dengan jamaah haji asal Kabupaten Sidoarjo.

“Yang direncanakan akan berangkat dari Bondowoso tanggal 24 Juni, dan harus masuk asrama haji tanggal 25 Juni, dan berangkat ke Arab Saudi tanggal 26 Juni 2022,” ungkapnya saat acara pembekalan calon jamaah haji dilingkungan Pemkab Bondowoso, Kamis (16/6).

Bupati Salwa menjelaskan, pembekalan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk komitmen, keseriusan serta kepedulian pihaknya dalam mempersiapkan jamaah calon haji.

“Agar bapak, ibu para jamaah benar-benar dapat memahami dan mengetahui pelaksanaan ritual ibadah haji secara baik dan benar sesuai dengan tuntunan syariat,” jelasnya kepada CJH yang hadir.

Orang nomor satu di Kota Tape ini berharap agar seluruh jamaah haji asal Bondowoso memahami betul kegiatan pembekalan ini. Sehingga dapat paham secara detail tentang cara rukun, syarat maupun tata cara pelaksanaan ibadah haji.

“Sehingga kelak dapat mengerjakannya dengan sempurna dan bisa kembali ke tanah air nantinya menjadi haji yang mabrur,” ungkapnya.

Menurutnya, perjalanan ke Tanah Suci adalah untuk ibadah, sehingga membutuhkan fisik dan mental yang kuat. Dikarenakan kondisi cuaca di Kota Mekkah dan Madinah jauh berbeda.

“Untuk itu bapak, ibu dituntut agar tetap jaga kesehatan dan stamina, jaga pola makan dan istirahat yang cukup serta rajin berolahraga,” hhimbaunya(*/Rois)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait