Jembatan Baru di Desa Sembulung Rusak, Besi Tulangan Muncul

  • Whatsapp
Foto: Jembatan Baru di Desa Sembulung mengalami kerusakan. (Doc, Rony Subhan)

BANYUWANGI,Beritalima.com – Proyek pembangunan jembatan di Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, menuai sorotan warga. Belum genap setahun rampung, kondisi jembatan menunjukkan kerusakan. Lapisan cor beton terkelupas, bahkan besi tulangan di dalamnya tampak mencuat keluar dan menganga.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, jembatan yang dibangun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Banyuwangi Tahun Anggaran 2025 itu memiliki nilai proyek sebesar Rp281 juta. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV Wahyu Sejahtera, di bawah naungan Dinas PUPR Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman.

Bacaan Lainnya

Namun ironis, baru beberapa bulan difungsikan dan dilintasi kendaraan masyarakat, kondisi fisik jembatan mengalami penurunan kualitas yang cukup mengkhawatirkan.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah titik pada badan jembatan mengalami retakan. Beton terlihat mengelupas, memperlihatkan rangka besi di dalamnya. Kerusakan ini diduga terjadi setelah jembatan dilintasi kendaraan, meski secara teknis konstruksi seharusnya mampu menahan beban lalu lintas normal.

Ketua Aliansi Timur Raya, Sahrir, yang juga merupakan pengguna jalan, mengaku terkejut saat melintas di jembatan tersebut. Ia melihat langsung kondisi cor beton yang terkelupas dan struktur bangunan yang mulai retak.

“ini jembatan baru tapi kondisinya sudah seperti ini. Corannya banyak yang terkelupas, bahkan besi di dalamnya terlihat jelas. Ini sangat berbahaya bagi pengguna jalan,” ujar Sahrir.

Menurutnya, kerusakan dini tersebut mengindikasikan adanya persoalan serius dalam kualitas pengerjaan proyek. Ia pun mendesak agar instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksana pekerjaan.

“Kalau baru dibangun sudah rusak, berarti ada yang tidak beres. Pihak pelaksana harus dievaluasi, bahkan kalau perlu diperiksa,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan ketat selama proses pembangunan agar pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan.

“Pengawasan harus diperketat. Jangan sampai proyek seperti ini terulang kembali dan merugikan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak CV Wahyu Sejahtera maupun instansi terkait mengenai penyebab pasti kerusakan jembatan tersebut.

Masyarakat pun berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat, baik dalam bentuk perbaikan fisik maupun investigasi menyeluruh. Hal ini penting agar jembatan kembali aman digunakan serta memastikan tidak ada pihak yang dirugikan.(Rony//B5)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait