BANYUWANGI,Beritalimacom – Pembangunan jembatan di Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Proyek yang dikerjakan oleh kontraktor CV Wahyu Sejahtera itu baru hitungan hari dinyatakan selesai, namun di sejumlah titik sudah tampak keretakan pada struktur bangunan.
Pantauan di lokasi menunjukkan, retakan terlihat jelas di bagian sisi kanan dan kiri jembatan, tepatnya pada pelipis penyangga. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga, mengingat jembatan tersebut baru saja dibangun dan belum digunakan oleh masyarakat.

Selain munculnya retakan, pekerjaan jembatan juga dinilai kurang rapi. Finishing bangunan terlihat asal-asalan, sehingga memunculkan pertanyaan serius terkait kualitas pengerjaan proyek yang bersumber dari uang rakyat tersebut.
Tak hanya kontraktor, publik juga mempertanyakan peran pengawasan dari dinas terkait. Muncul dugaan bahwa pengawasan dilakukan tidak maksimal. Masyarakat menduga pengawasan hanya bersifat administratif atau sebatas menerima laporan pekerjaan, tanpa pengawasan langsung di lapangan yang ketat.
Tokoh masyarakat Desa Sembulung, Dedi, melontarkan kritik keras terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Ia menilai pekerjaan jembatan dilakukan secara sembrono dan tidak mencerminkan standar mutu konstruksi.
“Ini jelas pekerjaan sembrono. Baru selesai sudah retak di mana-mana. Kalau sejak awal dikerjakan dengan benar dan diawasi dengan sungguh-sungguh, tidak mungkin kondisinya seperti ini. Jangan main-main dengan keselamatan masyarakat,” tegas Dedi.
Menurutnya, proyek infrastruktur seharusnya menjadi prioritas kualitas, bukan hanya mengejar target serapan anggaran. Ia juga mendesak agar pihak berwenang segera turun tangan melakukan audit teknis dan mengevaluasi kinerja kontraktor maupun pengawas proyek.

Untuk diketahui, pembangunan jembatan di Desa Sembulung ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, melalui Dinas Pekerjaan Umum, PUPR Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman Kabupaten Banyuwangi, dengan nilai anggaran mencapai Rp281 juta.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor maupun dinas terkait mengenai penyebab keretakan serta langkah perbaikan yang akan dilakukan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak menutup mata dan segera mengambil tindakan tegas demi keselamatan pengguna jembatan.(Red//B5)







