Jembatan Sembulung Retak Meski Diakui Dipantau Desa, Warga Soroti Lemahnya Pengawasan

  • Whatsapp
Foto: Pondasi yang mengalami keretakan. (Doc,Rony Subhan)

BANYUWANGI,Beritalima.com – Pembangunan jembatan di Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, kembali menuai sorotan. Meski pihak desa mengaku telah menerima pemberitahuan pelaksanaan proyek dan melakukan pemantauan, fakta di lapangan menunjukkan jembatan tersebut mengalami keretakan di sejumlah titik meski belum difungsikan.

Saat dikonfirmasi terkait surat pemberitahuan pelaksanaan proyek, Kepala Desa Sembulung, Suprayitno, menyebut bahwa desa telah mengetahui dan melakukan pengecekan selama proses pembangunan berlangsung.

Bacaan Lainnya

“Sempat mas, bahkan Pak Kasun selalu ngecek pembangunan, mas,” ujar Suprayitno.

Namun, pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan kondisi fisik jembatan yang kini justru dipenuhi retakan di bagian sisi kanan dan kiri pelipis penyangga. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik, sejauh mana efektivitas pengawasan yang dilakukan selama proyek berlangsung.

Tokoh masyarakat setempat, Dedi, menilai bahwa pengawasan proyek yang menggunakan anggaran pemerintah tidak cukup hanya sebatas melihat progres fisik. Ia menegaskan bahwa dalam aturan umum, kepala desa memiliki peran pengawasan sosial dan administratif terhadap proyek yang dibangun di wilayahnya.

“Kalau hanya datang melihat, itu bukan pengawasan. Kepala desa punya kewajiban moral dan administratif memastikan pekerjaan sesuai spek dan tidak membahayakan warga. Kalau hasilnya retak, berarti pengawasan tidak berjalan maksimal,” tegas Dedi.

Menurut Dedi, meski proyek berada di bawah kewenangan dinas teknis, pemerintah desa tetap memiliki tanggung jawab untuk mengingatkan, melaporkan, dan mendokumentasikan apabila ditemukan kejanggalan dalam pelaksanaan pekerjaan.

“Aturannya jelas, desa bukan penonton. Kalau ada pekerjaan yang menyimpang dari mutu, desa wajib bersuara dan melapor ke dinas. Ini demi keselamatan masyarakat, bukan soal mencari kesalahan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pengawasan yang lemah berpotensi membuka ruang terjadinya pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis dan berujung pada kerusakan dini, seperti yang kini terjadi pada jembatan tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pembangunan jembatan di Desa Sembulung ini bersumber dari APBD Kabupaten Banyuwangi Tahun Anggaran 2025, melalui Dinas PUPR Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman, dengan nilai anggaran Rp281 juta, dan dikerjakan oleh CV Wahyu Sejahtera.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak kontraktor maupun dinas terkait mengenai penyebab keretakan serta langkah evaluasi yang akan dilakukan. Warga berharap dilakukan pemeriksaan ulang secara menyeluruh agar jembatan benar-benar aman sebelum digunakan oleh masyarakat.(Red//B5)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait