BANYUWANGI,Beritalima.com – Jembatan Sembulung yang menghubungkan Desa Sembulung, Kecamatan Cluring dengan Desa Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, diketahui telah dibuka dan digunakan warga sejak lima hari lalu, tepatnya pada 16 Januari 2026.
Pantauan di lapangan menunjukkan, jembatan tersebut kini kembali menjadi jalur utama aktivitas masyarakat. Warga terlihat melintas menggunakan sepeda motor maupun kendaraan roda empat, meski sebelumnya akses jembatan sempat ditutup akibat munculnya retakan pada bagian oprit yang memicu kekhawatiran keselamatan.
Tokoh masyarakat setempat, Dedi, membenarkan bahwa jembatan telah difungsikan kembali oleh warga. Namun, ia menilai pembukaan jembatan itu seharusnya dilakukan secara terbuka dan disertai penjelasan resmi kepada masyarakat.
“Jembatan ini sudah dibuka sekitar lima hari lalu dan dipakai warga. Tapi sebelumnya kan sempat ada retakan, sehingga masyarakat berharap ada kejelasan dan jaminan keamanan. Idealnya dibahas atau disampaikan secara resmi agar tidak menimbulkan tanda tanya,” ujar Dedi.
Sementara itu, Kepala Desa Sembulung saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan dan oleh siapa jembatan tersebut dibuka. Ia menegaskan tidak pernah memerintahkan pembukaan akses jembatan.
“Saya tidak menyuruh dan juga tidak tahu siapa yang membuka. Tahu-tahu sudah bisa dilewati warga,” ungkapnya singkat.
Hal senada disampaikan Kepala Dusun setempat, Andi. Ia mengaku baru mengetahui jembatan sudah dibuka setelah melihat warga kembali melintas.
“Sudah dibuka dan dipakai warga. Kami juga tidak tahu siapa yang membuka dan kapan persisnya. Tahu-tahu sudah bisa digunakan,” kata Andi.
Sebelumnya, jembatan ini menjadi sorotan setelah ditemukan retakan pada bagian oprit, yang kemudian mendorong penutupan sementara demi keselamatan pengguna jalan. Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banyuwangi sendiri telah menyatakan bahwa kerusakan tersebut bukan pada struktur utama jembatan, melainkan akibat penurunan urugan, dan dinyatakan aman.
Meski demikian, pembukaan jembatan tanpa kejelasan mekanisme dan pemberitahuan resmi memunculkan harapan masyarakat agar pemerintah daerah dan pihak terkait lebih transparan, terutama menyangkut keselamatan dan kelayakan infrastruktur publik yang menyangkut hajat hidup orang banyak.(Red//B5)







