Jeritan BMI Asal Madiun, Beli Masker Dari Indonesia Isinya Guntingan Kardus

HONGKONG, beritalima.com- Masker, bagi Buruh Migran Indonesia (BMI) yang bekerja di Hongkong, tak lagi menjadi kebutuhan sekunder. Tapi sudah menjadi kebutuhan primer sejak merebaknya virus Corona.

Ironis, harga masker di Hongkong, saat ini melambung lima kali lipat. Pada hari biasa, dijual dengan harga HKD 30-40 per 50 buah, tapi sejak merebak virus Corona, harganya mencapai HKD 200 per 50 lebih. Itupun sulit didapat.

Karena itu, beberapa BMI asal Kota/Kabupaten Madiun, kemudian membeli via penjualan online dari Indonesia. Tapi ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, yang dikirim oleh penjual bukannya masker, tapi guntingan kardus. Padahal uang sudah ditransfer.

Karena itu, mereka minta bantuan masker kepada Pemkot/Pemkab Madiun, untuk sekitar 3.500 BMI yang ada di Hongkong.

“Bukannya kita tidak bisa beli masker, bisa. Tapi masalahnya, kita sering tertipu ketika beli via online. Aku sendiri yang mengalami. Mereka yang lain juga mengalami,” kata Koordinator BMI asal Madiun, Eka Susanti, yang bekerja di kawasan Kowloon, Hongkong, melalui pesan Whatsapp, Jumat 14 Pebruari 2020.

Menurutnya lagi, ia dan BMI lainnya sering diberi harapan palsu oleh penjual online.

“Katanya barang ada, beberapa saat kemudian barang tidak ada. Katanya suruh DP/transfer dulu, eh tak tahunya barang juga tidak dikirim. Ada lagi yang diganti merk lain dan harga tiap jam bebeda dan semakin mahal. Yang lebih parah lagi, ada yang beli, tapi sampai sini (Hongkong) di dalam paket itu cuma diisi potongan kardus,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Keluhan Buruh Migran Indonesia (BMI) asal Madiun, Jawa Timur, terkait permintaan bantuan masker, langsung direspon oleh Walikota Madiun, H. Maidi.

Walikota meminta, agar BMI asal Kota Madiun yang membutuhkan bantuan masker, mengirim surat resmi kepada Pemkot Madiun (Jalan Pahlawan No: 37 Kota Madiun).

“Silahkan kirim surat (resmi). Akan kita bantu. La kalau suratnya permintaan tidak ada, bagaimana saya mau memberikan disposisi untuk mencairkan bantuan,” kata H. Maidi. (Dibyo).

Foto: Eka Susanti/Ist.