beritalima.com

Jurnalis Senior Sumenep Galang Donasi Masyarakat Miskin Yang Luput Dari Bansos Covid-19

  • Whatsapp

SUMENEP, beritalima.com|Entah apa yang ada dalam benak pikiran Hambali Rasidi, jurnalis senior Sumenep asal KepulaUn Sapudi.
Sejak Kamis sore, (14/5/2020), Hambali membagi pesan ke sejumlah Grup WhatsApp berisi penggalangan donasi untuk warga yang kelaparan di Kabupaten Sumenep.
Hambali menulis, “Mereka luput dari BLT Dana Desa, BLT Kemensos, Paket Sembako, PKH, BPNT, Paket Sembako dari Pemprov Jatim. Salah satu dari mereka sempat WhatsApp ke saya, kalau hari itu terpaksa makan nase’ segga (bekas nasi yang dijemur) karena beras yang mau masak tak ada. Uang tak ada u beli,” tulis Hambali Rasidi di Grup WhatsApp Sumenep Bersatu.
Sebelum memberikan nomor rekening dan nama koordinator wilayah yang siap menyalurkan bantuan. Hambali mengaku bingung melihat banyak warga Sumenep yang tak kebagian paket sembako dan BLT akibat Covid-19.
“Saya ini bingung. Dalam catatan saya, ada sekitar 300 ribu penerima semua bantuan yang mengucur di Sumenep. Mulai dari program PKH, Paket Sembako (BPNT), BLT Kemensos, BLT Dana Desa dan Paket Sembako Covid,” cerita mantan wartawan Jawa Pos Grup ini via telpon.
Kebingungan Hambali dalam jumlah penerima bantuan itu nyaris mendekati jumlah penduduk Sumenep 1,2 juta jiwa.
Dia mengasumsikan, setiap kepala keluarga (KK) sebagai penerima berisi 3 orang.
“Jika 3 orang dikali 300 ribu penerima (KPM, red.) kan 900 ribu jiwa. Berarti ada 300 ribu jiwa yang tak kebagian. Artinya, skitar 70% kebagian bantuan dari pemerintah,” papar Hambali saat dihubungi via telpon, Kamis petang (14/5/2020).
Hambali merinci, jumah Penerima Program PKH di Sumenep mencapai 63.797 KK. Paket Sembako (BPNT) di Sumenep mencapai 114.054 KK. BLT dari Kemensos di Sumenep mencapai 27.674 KK dari usulan 65 ribu KK. Paket Sembako bagi terdampak Covid-19 di Sumenep sebanyak 30.612 KK. BLT Dana Desa di Sumenep sekitar 32 ribu KK.
Jumlah paket Bansos yang diterima hampir 1 juta jiwa. Ini lain dari program paket sembako dari Gubernur Jawa Timur dan bantuan perorangan dan institusi sosial yang dikucurkan. Anda bisa membayangkan sendiri, tutur mantan aktivis Wonocolo, Surabaya ini.
Hambali bercerita, sejumlah koleganya di DPRD Pemprov Jatim sempat dihubungi untuk dapat bantuan paket sembako dan bantuan keuangan khsusus dari Gubernur Khofifah.
“Teman-teman bilang akan dijadikan temuan untuk disampaikan ke Dinas Sosial Pemprov,” ucap Ketua IKA UINSA di Sumenep ini.
Karena kebutuhan mendesak, Hambali berinisiatif menggalang donasi untuk disalurkan kepada mereka yang sedang membutuhkan.

Menariknya sebelum mengajak orang donasi dengan cara mentransfer ke rekeningnya, Hambali bercerita dialog Nabi Musa As dengan Allah SWT.
Berikut isi pesan dalam menggalang donasi:
Ibadah Shalat Bukan untuk-Ku
Ibadah Puasa Bukan untuk-Ku
Dzikirmu Bukan untuk-Ku
Tapi, Menafkahi orang yang lapar adalah untuk-Ku
***
Musa : “Wahai Allah aku sudah melaksanakan ibadah.  Manakah diantara ibadahku yang membuat Engkau senang. Apakah shalatku?
Allah: “Sholat mu itu untukmu sendiri. Karena shalat membuat engkau terpelihara dari perbuatan keji dan munkar.
Musa : Apakah dzikirku?
Allah:  Dzikirmu itu untukmu sendiri. Karena dzikir membuat hatimu menjadi tenang.
Musa : Puasaku ?
Allah : Puasamu itu untukmu sendiri. Karena puasa melatih diri memerangi hawa nafsumu”
Musa: Lalu ibadah apa yang membuat Engkau senang ya Allah?”
Allah: Sedekah. Tatkala engkau membahagiakan orang yang sedang kesusahan dengan sedekah, sesungguhnya Aku berada disampingnya. ”
Mukasyafatul Qulub karya Imam Al Ghazali.
“Barang siapa yang ingin menemui-Ku, maka temuilah mereka yang kehausan, mereka yang kelaparan, dan mereka yang kesusahan. Karena sesungguhnya Aku bersamanya.”
Assalamu ‘Alaikum War Wab
Bapak/Ibu Yang Kami Hormati,…
Brangkali ada sebagian rejeki Bapak/Ibu u disalurkan kepada kelompok yg berhak,..masyarakat yang kelaparan
Kebetulan kami punya sejumlah data orang tak mampu di Kepulauan Sapudi, Raas, Kangean, Sapeken, Gili Genting, Gili Raja dan Masalembu serta sejumlah orang di daratan Kabupaten Sumenep.
Mereka luput dari BLT Dana Desa, BLT Kemensos, Paket Sembako, PKH, BPNT, Paket Sembako dari Pemprov Jatim.
Salah satu dari mereka sempat WhatsApp ke saya, kalau hari itu terpaksa makan nase’ segga (bekas nasi yang dijemur) karena beras yang mau masak tak ada. Uang tak ada u beli.
Dengan ini, saya ingin membantu mereka melalui keikhlasan Bapak/Ibu untuk donasi ke nomor rekening a/n Hambali Rasidi
BCA 1930149213
BPRS 001.580.067109
BRI 6545-01-001034-50-7
“Dalam Penyaluran akan diberikan ke masing-masing koordinator, pungkas hambali.

(**)

beritalima.com beritalima.com

Pos terkait