Kabid PAUD dan PNF Benarkan Program Mandiri Kewenangan Lembaga

  • Whatsapp

Jombang | beritalima.com – Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non Formal (PNF), Kasmuji, S.Pd menjelaskan bahwa dalam pendidikan non formal pendidikan kesetaraan Kejar Paket A, B, C yang dikeluarkan pemerintah bagi yang putus sekolah, bisa dilaksanakan melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) maupun PKBM.

“SKB milik pemerintah yang dianggarkan oleh APBN/APBD sedangkan pendidikan kesetaraan yang dimiliki masyarakat yaitu PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang dikelola masyarakat sendiri sepanjang mengikuti aturan yang berlaku,” ujarnya saat bertemu di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Rabu (31/1/2024).

Kejar Paket A, B, dab C dikatakan Kasmuji sama seperti yang dilaksanakan pendidikan formal pada umumnya, hanya saja pendidikan non formal bagi yang putus sekolah, terdiri batasan usia yakni dibawah 21 tahun ditanggung pemerintah sedangkan usia diatas 21 tahun dikenakan biaya.

“Biaya pendidikan kesetaraan untuk usia diatas 21 tahun kewenangan masing – masing lembaga baik SKB maupun PKBM,” tuturnya.

Sedangkan biaya kursus yang diselenggarakan PNF ucap Kabid PAUD dan PNF, ditanggung peserta karena yang mengikuti kursus tersebut usianya sudah diatas 21 tahun.

Lebih lanjut diungkapkan Tohari selaku Kepala SKB Mojoagung sama seperti tahun tahun aebelumnya dalam menyelenggarakan pendidikan non formal. Namun di PNF Mojoagung juga mengadakan kursus Tata Busana, Tata Boga, dan Menjahit.

“Bagi peserta kursus menjahit dan tata busana dilaksanakan tidak seperti kursus Tata Boga karena mengumpulkan jumlah peserta sampai dengan 25 orang,” ujarnya.

Namun kursus tata boga jumlah pesertanya kurang menurut Tohari dibuka kembali sampai jumlah pesertanya memungkinkan.

Sampai saat ini terang Tohari, ada suatu keberhasilan dari kursus tata boga, yakni yang tadinya tidak bisa usaha membuat roti menjadi bisa. Begitu juga yang sudah bisa usaha membuat roti kursus lagi untuk dimantapkan takaran adonan dan tekstur masakannya.

“Untuk kursus tata boga memanggil chef yang sudah berpengalaman di Jombang,” imbuh Tohari.

Jurnalis : Dedy Mulyadi

beritalima.com

Pos terkait