Karnaval Desa Cluring 2025: Nyawiji Ing Mukti Membangun Seni dan Ketahanan Pangan

  • Whatsapp
Foto: Patung dari kertas membentuk pigur tokoh legendaris jaman Krajan "Panjilaras" tampil meriah di karnaval desa Cluring. (Doc,Rony)

BANYUWANGI,Beritalima.com – Semangat Nyawiji Ing Mukti atau bersatu membangun desa begitu terasa dalam peringatan HUT ke-80 Desa Cluring, Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Lima dusun yakni Cemetuk, Kepatihan, Krajan, Trembelang, dan Karangrejo mereka bahu membahu menampilkan kreativitas warganya dalam karnaval budaya yang berbeda dari biasanya.

Tanpa hingar-bingar “sound horeg”, warga justru menyuguhkan karya seni bernilai luhur. Patung-patung kertas dengan simbol kemakmuran, hiasan hasil bumi, hingga parade ketahanan pangan menjadi suguhan yang sarat makna. Semua rangkaian itu menegaskan identitas Cluring sebagai “desa seni” sekaligus desa yang peduli pada masa depan pangan.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Cluring, Sunarto Eka Siswoyo, S.Pd., mengungkapkan bahwa seni dan adat istiadat tetap dijaga sebagai warisan leluhur, sementara sektor pertanian dan hortikultura terus digarap masyarakat untuk memperkuat ketahanan pangan.

“Budaya adat dan seni selalu kita uri-uri. Di sisi lain, masyarakat juga terus menggenjot hortikultura. Contohnya, warga menanam pisang berbagai jenis yang tahun lalu sempat dikunjungi langsung oleh Bupati Banyuwangi, Ibu Ipuk Fiestiandani,” ujarnya.

Foto: Diberangkatkan oleh Kepala desa dan Kapolsek Cluring, karnaval Desa Cluring. (Doc,Rony)

Lebih dari sekedar pesta rakyat, momentum ini menunjukkan kekompakan masyarakat Cluring dalam membangun desa. Dari tanah Cluring, lahir seniman-seniman profesional di panggung seni Osing, sekaligus petani tangguh yang memajukan sektor pangan.

Komitmen itu juga ditopang berbagai program nyata: petani mengikuti studi tiru mekanisasi pertanian, Polsek Cluring mendampingi kebun produktif warga, hingga pembangunan kandang domba di Balai Penyuluhan Pertanian sebagai inovasi peternakan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Cluring, IPTU Putu Ardana, juga memberikan imbauan kepada masyarakat dan peserta karnaval terkait pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung.

“Kami dari Polsek Cluring bersama jajaran pengamanan berkomitmen memastikan jalannya karnaval tetap aman dan kondusif. Kami mengajak seluruh peserta maupun penonton untuk tetap tertib, saling menghormati, dan bersama-sama menjaga suasana karnaval agar tetap nyaman dinikmati semua kalangan,” tegasnya.

Foto: Peserta karnaval dari salah dusun nampak semangat diacara karnaval HUT RI ke 80. (Doc,Rony)

Di akhir acara, Kepala Desa Sunarto menegaskan kembali komitmen Cluring untuk mendukung penuh program ketahanan pangan nasional.

“Kami di Desa Cluring siap nyawiji, bersatu bersama masyarakat, pemerintah, dan semua pihak untuk mendukung ketahanan pangan. Apa yang sudah ada akan terus kita kembangkan agar desa ini kuat, mandiri, dan tetap menjadi desa seni yang menyejahterakan warganya,” pungkasnya.

Tak hanya itu, Pak Lurah Narto juga memperkenalkan spirit karnaval tahun ini dengan slogan khas:

“Cluring Carnival 2025: Nyawiji Ing Mukti. Ajang kreativitas seni budaya dan semangat pahlawan Nusantara. Kreativitas tanpa batas, hasil imajinasi anak negeri.” kata Kades Cluring. (Ron//B5)

beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait