Katarak Mata, Perlu Dioperasi ?

  • Whatsapp

Oleh :
DR.dr. Robert Arjuna FEAS*
Belakangan ini kasus Katarak kedengaran dimana mana dan Yayasan Sosial yang bergerak di bidang Katarak berdiri dimana yang menawarksn operasi gratis dimana mana seperti yang di alami pak Syaiful, seorang pelaut tinggal di Tuban kedua mata kabur dan kata dokter itu sakit Katarak mata segera harus operasi, belum lagi Bu Sofiah yang sakit gula hampir 60 tahun mata kabur karena Katarak, diminta segera operasi, masih takut buta kalau dioperasi ?

Katarak adalah suatu penyakit ketika lensa mata menjadi keruh dan berawan. Pada umumnya, katarak berkembang perlahan dan awalnya tidak terasa mengganggu Namun lama-kelamaan, katarak akan mengganggu penglihatan dan membuat pengidap merasa seperti melihat jendela berkabut, sulit menyetir, membaca, serta melakukan aktivitas sehari-hari. Penyakit mata ini merupakan penyebab kebutaan utama di dunia yang dapat diobati. Katarak adalah suatu penyakit yang dapat memengaruhi fungsi lensa mata. Kondisi ini dapat terjadi karena protein pada lensa mata membentuk gumpalan, sehingga lensa mata menjadi keruh dan sulit ditembus cahaya.

Katarak adalah penyakit mata degeneratif yang umumnya terjadi pada lansia. Semakin tua bertambah usia, lensa mata menjadi keruh dan buram. Jika tidak ditangani dengan tepat dan rutin, katarak akan menyebabkan kebutaan.

Katarak merupakan kondisi kekeruhan pada lensa mata karena terbentuknya protein yang mengubah strukturnya. Anda bisa membayangkan seperti melihat bayangan buram dan kabut di jendela. Seperti itulah kondisi penderita katarak saat melihat sekitar, menyetir mobil di malam hari, dan membaca.

LAPORAN STATISTIK
Berdasarkan World Report on Vision di tahun 2019 melaporkan, terdapat 2,2 milyar orang mengalami gangguan penglihatan. Perhimpunan Dokter Mata Indonesia (Perdami) pada 2017 menyebutkan jika 81,2% mengalami katarak. Umumnya terjadi pada lanjut usia dengan usia di atas 50 tahun.

Penyebab katarak yang paling umum ditemui adalah akibat proses penuaan atau trauma yang menyebabkan perubahan pada jaringan mata. Lensa mata sebagian besar terdiri dari air dan protein. Dengan bertambahnya usia, lensa menjadi semakin tebal dan tidak fleksibel

PENYEBAB KATARAK :
1. Proses penuaan
2. Diabetes
3. Kebiasaan merokok
4. Trauma fisik
5. Bawaan sejak lahir
6. Paparan sinar matahari langsung
7. Radiasi
8. Konsumsi alkohol
9. Obesitas
10. Gangguan mata lainn
11. Riwayat keluarga
12. Kebiasaan makan
13. Penggunaan steroid
14. Infeksi
15. Paparan lingkungan

GEJALA KATARAK
1. Pandangan kabur seperti berkabut.
2. Melihat lingkaran di sekeliling cahaya.
3. Pandangan ganda.
4. Penurunan penglihatan pada malam hari.
5. Rasa silau saat melihat lampu mobil, matahari, atau lampu.
6. Sering mengganti ukuran kacamata.
7. Warna di sekitar terlihat memudar.
8. Sulit melihat dalam cahaya redup
9. Perubahan persepsi warna
10. Penglihatan buram

FAKTOR RESIKO TERJADI KATARAK
1. Penuaan.
2. Riwayat trauma. ( benda tajam or tumpul )
3. Infeksi saat kehamilan.
4. Mengonsumsi obat-obatan tertentu (kortikosteroid dan amiodaron. )
5. Pengidap penyakit tertentu. Pengidap ( diabetes melitus, hipertensi, hipokalemia, dan dermatitis atopik dll)
6. Kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol.
7. Paparan sinar matahari yang lama pada mata.
8. Paparan toksin atau racun.
9. Riwayat keluarga yang mengidap katarak.
10. Riwayat operasi pada mata.

JENIS-JENIS KATARAK
1. Katarak Senilis – Jenis katarak ini tidak dapat dihindari, muncul karena proses penuaan. katarak jenis ini terjadi pada semua orang tanpa terkecuali.
2. Katarak Sekunder – Jenis katarak ini dapat terjadi karena komplikasi dari penyakit lain, contohnya penyakit metabolic seperti diabetes mellitus dan penyakit lain di mata seperti uveitis.
3. Katarak Kongenital – Kondisi ini dapat disebut “bawaan lahir”. Artinya, bayi dapat terlahir dengan lensa mata yang keruh.biasanya penyebabnya dikaitkan dengan ibu yang terinfeksi campak dan rubella saat mengandung. Namun, dapat juga disebabkan oleh keturunan, infeksi, masalah metabolik, diabetes, reaksi obat, dan lainnya.
4. Katarak Traumatik – Katarak dapat juga timbul sebagai efek dari cidera langsung maupun tidak langsung di mata, baik dalam waktu dekat, maupun bertahun-tahun kemudian

DIAGNOSA PENUNJANG :
1. Pemeriksaan lapang pandang. : Tes ketajaman penglihatan.
2. Pemeriksaan dengan alat slit lamp, yang memungkinkan dokter mata untuk melihat struktur di bagian depan mata kamu.
3. Pemeriksaan oftalmoskopi daerah retina, jika dicurigai adanya kelainan pada berbagai organ lain dalam mata.
4. Tonometri aplanasi. Tes ini mengukur tekanan cairan di mata.

ADA 2 JENIS OPERASI KATARAK :
1. Small incision cataract surgery (phacoemulsification). Operasi ini dilakukan dengan melakukan insisi kecil pada tepi kornea. Selanjutnya, dokter akan menyinarkan gelombang ultrasound untuk menghancurkan lensa lalu diambil menggunakan alat penghisap.
2. Extracapsular surgery. Operasi ini membutuhkan insisi yang lebih besar untuk mengeluarkan inti lensa yang berkabut. Selanjutnya, sisa lensa dikeluarkan dengan menggunakan alat penghisap.

KOMPLIKASI KATARAK:
1. Peradangan mata.
2. Sensitivitas cahaya.
3. Fotopsia, atau melihat kilatan cahaya atau floaters.
4. Edema makula.
5. Ptosis, atau kelopak mata turun
6. Dislokasi lensa intraokular.
7. Retina robek atau terlepas.
8. Posterior Capsule Opacification (PCO) atau katarak kedua

P3NCEGAHAN KATARAK:
1. Memperbaiki pencahayaan di rumah.
2. Menggunakan kaca pembesar saat membaca.
3. Berhenti merokok dan kurangi konsumsi alkohol
4. Memeriksakan mata secara teratur pada dokter spesialis mata.
5. Membatasi kebiasaan menyetir di malam hari.
6. Terapkan pola makan dengan memperbanyak buah-buahan dan sayuran.
7. Melindungi mata dari benturan dan cahaya matahari yang terlalu lama, dengan menggunakan kacamata yang melindungi dari sinar ultraviolet baik UVA dan UVB.
8. Kelola masalah kesehatan lain, seperti diabetes yang bisa meningkatkan risiko katarak

Demikian ulasan si gkat ini semoga bermanfaat bagi anda semua, sekilas info ,terimakasih
RobertoNews 1745《8.1.24(07.23)》
• Praktisi Dokter & Penulis Il u Kesehatan*

beritalima.com

Pos terkait