KBSB Tunjukkan Kepedulian, Jenguk Korban Tragedi Karnaval di Sraten

  • Whatsapp
Foto: Ketua dan sekertaris KBSB mengunjungi rumah sakit menjenguk korban tragedi karnaval Sraten. (Doc, Istimewa).

BANYUWANGI,Beritalima.com – Kepedihan mendalam masih dirasakan keluarga korban tragedi karnaval HUT RI ke-80 di Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Beberapa minggu lalu, barisan peserta karnaval yang tengah merayakan kemerdekaan tertabrak, hingga empat orang harus dilarikan ke rumah sakit.

Keempat korban tersebut adalah LE, IS, dan PA, warga Desa Sraten, serta SR, warga Desa Tamanagung. Dari jumlah itu, dua korban yakni IS dan LE mengalami patah tulang parah sehingga masih harus menjalani perawatan intensif di RS Al Huda, Genteng.

Bacaan Lainnya

Rasa duka itu sedikit terobati ketika pada Sabtu (03/08/2025) sekitar pukul 10.00 WIB, Keluarga Besar Sound System Banyuwangi (KBSB) datang bersilaturahmi ke RS Al Huda Genteng untuk menjenguk para korban. Setelah itu, rombongan juga melanjutkan kunjungan ke rumah keluarga korban. Rombongan dipimpin langsung Ketua KBSB, Mahfud, didampingi Sekretaris Syahril dan Fitra, dengan memberikan santunan dan doa sebagai bentuk kepedulian.

Ketua KBSB, Mahfud, menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar memberikan bantuan materi, melainkan wujud nyata kepedulian dan persaudaraan.

“Kami datang bukan hanya untuk menyerahkan santunan, tapi lebih kepada menjaga tali silaturahmi, memberikan semangat, dan mendoakan agar para korban segera pulih. KBSB akan selalu berusaha hadir untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ungkap Mahfud.

Hal senada juga disampaikan Kang Syahril, Sekretaris KBSB. Menurutnya, kepedulian dan kekompakan adalah semangat yang menjadi dasar berdirinya komunitas ini.

“Kami adalah keluarga besar. Dalam suka maupun duka, KBSB selalu berusaha saling membantu. Apa yang kami lakukan hari ini adalah bukti bahwa solidaritas itu nyata, dan kami ingin terus menanamkan nilai gotong royong di tengah masyarakat,” tegas Syahril.

Kedatangan KBSB juga mendapat sambutan hangat dari pihak keluarga korban. Sunarto, salah satu kerabat korban, mengaku sangat terharu dengan perhatian yang diberikan.

“Kami tidak bisa berkata banyak selain mengucapkan terima kasih. Kehadiran KBSB benar-benar memberi kekuatan bagi kami. Perhatian ini sangat berarti, menjadi penguat hati kami yang sedang diuji,” tutur Sunarto.

Tentang KBSB

KBSB atau Keluarga Besar Sound System Banyuwangi merupakan komunitas yang menaungi para pecinta dan pelaku usaha sound system di Banyuwangi. Mereka dikenal sebagai penggerak “sound horeg,” yaitu sound system yang biasa digunakan dalam hajatan, karnaval, dan berbagai kegiatan masyarakat.

Komunitas ini tidak hanya berfokus pada usaha hiburan, tetapi juga aktif memperjuangkan hak pelaku sound system agar tetap bisa berkarya, termasuk melobi pemerintah terkait regulasi penggunaan sound horeg. KBSB turut terlibat dalam kesepakatan terbaru bersama Forkopimda Banyuwangi mengenai aturan teknis penggunaan sound system, mulai dari batas volume hingga jumlah unit yang boleh dipakai dalam acara karnaval dan hajatan.

Selain memperjuangkan hak pelaku usaha, KBSB juga berkomitmen menjadi wadah solidaritas sosial. Kunjungan mereka ke korban tragedi karnaval di Sraten menjadi bukti bahwa komunitas ini tidak hanya menjaga keberlangsungan usaha, tetapi juga hadir untuk masyarakat dalam kondisi sulit. (Rony//B5)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait