Kebersihan dan Keselamatan Destinasi Pariwisata Jadi Perhatian Komisi VII DPR 

  • Whatsapp
Kebersihan dan keselamatan destinasi pariwisata jadi perhatian Komisi VII DPR (foto: Kemenpar)

Jakarta, beritalima.com|- Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menilai pengembangan pariwisata nasional masih menghadapi persoalan mendasar, terutama terkait kebersihan destinasi dan keselamatan wisatawan.

“Pariwisata tidak cukup hanya dipromosikan. Destinasi harus bersih, aman, dan nyaman. Ini yang masih menjadi pekerjaan rumah di banyak daerah,” ujar Saleh dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI dengan Kementerian Pariwisata di Kompleks Parlemen, Jakarta (4/2).

Menurut Saleh, pengelolaan kebersihan destinasi kerap bersifat sporadis dan belum menjadi bagian dari sistem pengelolaan pariwisata yang terintegrasi. Padahal, tanpa standar yang jelas dan pengawasan berkelanjutan, upaya peningkatan kualitas destinasi berpotensi hanya menjadi jargon kebijakan.

Ia menyoroti lemahnya penerapan standar keselamatan wisatawan, baik di destinasi, transportasi, maupun aktivitas wisata. Saleh mengingatkan, absennya jaminan keselamatan akan merusak kepercayaan publik dan citra pariwisata Indonesia, khususnya di mata wisatawan mancanegara.

“Keselamatan seharusnya menjadi prioritas, bukan pelengkap. Standar harus jelas dan dijalankan secara konsisten,” tegas politisi Fraksi PAN itu kepada Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan jajarannya.

Saleh menambahkan, penguatan tata kelola pariwisata perlu melibatkan koordinasi lintas sektor dan pemerintah daerah, termasuk menyasar desa wisata dan kawasan non unggulan agar manfaat ekonomi tidak terkonsentrasi. Ia menilai, tanpa pemerataan dan pengawasan ketat, pariwisata berisiko hanya menambah angka kunjungan tanpa dampak nyata bagi masyarakat.

Komisi VII DPR RI, katanya, akan terus mengawasi kebijakan pariwisata nasional agar berorientasi pada kualitas, bukan semata kuantitas. “Pariwisata harus memberi nilai tambah yang berkelanjutan, bukan sekadar statistik kunjungan,” ungkapnya.

Jurnalis: rendy/abri

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait