Balikpapan, beritalima.com|- Presiden Prabowo optimis lima tahun kedepan Indonesia tak lagi tergantung impor energi dari internasional.
“Tidak perlu kita impor energi dari luar, ini sasaran kita. Kita harapkan dalam lima tahun kita bisa mencapai. Tapi tidak ada masalah kalau tidak lima tahun, tahun ke-6. Kalau tidak tahun ke-6, tahun ke-7, yang penting kita harus menuju ke situ. Tapi siapa tahu, dengan kerja keras kita bisa menghasilkan lebih cepat,” kata Presiden pada peresmian infrastruktur energi terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur (12/1).
Kepala negara menyebut, peradaban modern tidak dapat berdiri kokoh apabila suatu bangsa masih bergantung pada pasokan kebutuhan dasar dari negara lain.
Karena, ucap Presiden, kemandirian pangan dan energi merupakan fondasi utama bagi tegaknya sebuah negara merdeka. Selain pangan, Presiden menggarisbawahi energi merupakan pilar kedua yang tidak kalah penting.
“Selain pangan, energi juga harus bisa kita hasilkan sendiri, dan alhamdulillah sebenarnya bangsa Indonesia diberi karunia yang luar biasa dari Yang Mahakuasa. Kita punya sumber-sumber energi yang sangat besar,” jelasnya.
Presiden menyebutkan batu bara juga dapat diolah menjadi gas, bensin, serta berbagai produk energi lain termasuk dimethyl ether (DME).
“Kita juga punya geotermal terbesar di dunia yang belum kita manfaatkan secara maksimal. Juga kemampuan kita di energi dari air, dan juga saudara-saudara ke depan kita juga akan mengembangkan tenaga surya dengan panel-panel kita akan listrifikasi. Sehingga kita sungguh-sungguh dapat menghasilkan energi kita sendiri,” papar Presiden.
Ke depan, Presiden inginkan pemerintah mengembangkan energi baru dan terbarukan. Langkah tersebut diarahkan agar Indonesia benar-benar mampu memproduksi energi sendiri tanpa ketergantungan impor.
Jurnalis: abri/dedy/setneg








