SURABAYA, beritalima.com | Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Perwakilan Provinsi Jawa Timur berkomitmen turunkan angka stunting sebagai prioritas kinerja tahun 2026.
Hal tersebut tersampaikan di apel bertajuk “ASN Peduli dan Berbagi” di area Kantor Tim Kerja Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi BKKBN Provinsi Jawa Timur, Jalan Kalibokor Timur Nomor 1 Surabaya, Senin (5/1/2026).
Dalam kegiatan yang menjadi simbol awal pengabdian di tahun baru ini, Plh. Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Sukamto, menekankan bahwa awal tahun 2026 harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat etos kerja, kedisiplinan, serta komitmen menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing.
Sukamto berharap seluruh ASN di lingkungan BKKBN Jawa Timur mampu bekerja lebih giat, lebih tertib, dan lebih fokus dalam menjalankan program-program prioritas yang telah dirancang. “Keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh perencanaan, tetapi juga oleh konsistensi dan integritas pelaksana di lapangan,” ujarnya.
Dia menegaskan, data keluarga menjadi fondasi utama dalam menentukan kebijakan yang tepat sasaran, sehingga proses pemutakhiran dan penataan data keluarga harus segera dilakukan secara menyeluruh.
Dalam arahannya, Sukamto juga menekankan pentingnya penyatuan peran kader di Jawa Timur. Ke depan, berbagai unsur kader yang selama ini bergerak di lapangan akan diarahkan menjadi satu kesatuan sebagai Kader Pendamping Keluarga.
Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat implementasi Program Bangga Kencana sekaligus memastikan pendampingan keluarga berjalan lebih efektif, terkoordinasi, dan berkelanjutan. Sinergi dengan kementerian dan lembaga lain pun terus didorong, sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Isu percepatan penurunan stunting tetap menjadi perhatian utama BKKBN Jawa Timur. Meski angka stunting provinsi berada di kisaran 14,7 persen, diakui masih terdapat sejumlah daerah dengan prevalensi yang cukup tinggi, bahkan mencapai di atas 29 hingga 30 persen.
“Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus ditangani secara serius dan berkelanjutan. Dukungan terhadap program pemerintah pusat terus diperkuat, terutama dalam rangka mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045 yang bertumpu pada kualitas generasi masa depan,” tandasnya.
Dalam kegiatan ASN Peduli dan Berbagi ini Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Jawa Timur juga menyalurkan bantuan kepada keluarga risiko stunting (KRS) yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga dengan balita non-PAUD.
“Ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan quick win. Di sekitar lingkungan kantor ini terdapat beberapa masyarakat yang masuk kategori keluarga risiko stunting dan membutuhkan bantuan,” kata Sukamto.
Para penerima bantuan mendapatkan bingkisan berupa sembako serta kebutuhan penunjang pemenuhan gizi. Sukamto berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan menjadi penguat semangat bahwa negara hadir melalui ASN yang menjadi cerminan nilai kemanusiaan yang terus dijaga dalam setiap langkah pengabdian BKKBN Jawa Timur. (Gan)
Teks Foto: Plh. Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Sukamto, bersama penerima bantuan di acara Apel bertajuk “ASN Peduli dan Berbagi” di Surabaya, Senin (5/1/2026).








