Lebanon, beritalima.com|- Satu personil pasukan Perdamaian TNI di Lebanon di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (dikenal dengan sebutan UNIFIL atau United Nations Interim Force in Lebanon) gugur terkena serangan bom dari Israel.
Prajurit TNI yang gugur bernama Praka Farizal Rhomadhon (28), Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL dari kesatuan Batalyon Infanteri (Yonif) 113/Jaya Sakti, bermarkas di Bireuen, Aceh.
Dalam laporan resmi, Farizal gugur setelah kontingen Indonesia di Adshit Al-Qusayr terkena serangan artileri Israel pada Minggu malam 29 Maret 2026.
Almarhum yang melahirkan Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 1998, telah berkeluarga (istri Fafa Nur Azila (25 tahun) dan putrinya Shanaya Almahyra Elshanu (2 tahun).
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres langsung mengutuk keras serangan dari Israel yang mengakibatkan gugurnya prajurit dari Indonesia yang sedang menjalankan misi perdamaian internasional.
Bahkan dalam laporan tambahan disebutkan ada satu prajurit TNI yang terluka parah dan masih dalam proses pengobatan akibat serangan brutal Isarel di Lebanon Selatan.
Dari Kementerian Luar Negeri RI menegaskan untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh dan transparan atas tragedi tersebut.
Sedangkan pihak UNIFIL menyebut, serangan yang disengaja terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan 1701, dan dapat dianggap sebagai kejahatan perang.
Jurnalis: abri/dedy








