Kenang 175 Pelajar Sekolah di Minab, Kedubes Iran Santuni Anak Yatim Piatu

  • Whatsapp
Kenang 175 Pelajar Sekolah di Minab, Kedubes Iran santuni anak Yatim Piatu (foto: kedubes iran)

Jakarta, beritalima.com|- Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Islam Iran di Indonesia (Jakarta), mengundang sejumlah anak yatim piatu dengan memberikan santunan sekaligus doa bersama bagi para pelajar di Sekolah Minab, Teheran, yang meninggal dunia akibat serangan brutal Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari lalu.

Acara doa bersama dan santunan anak yatim yang diselenggarakan di Kediaman Duta Besar Republik Islam Iran (14/3), sebagai simbol solidaritas kemanusiaan dan empati terhadap para korban anak-anak yang tidak berdosa.

Dalam siaran pers Kedubes Iran dinyatakan rasa duka mendalam dan rasa pilu yang besar mengecam syahidnya 175 anak siswi yang tidak berdosa serta terluka-nya lebih dari 95 anak di Sekolah Dasar “Shajareh Tayyebeh” di kota Minab, Provinsi Hormozgan, sebagai akibat dari serangan agresor Amerika Serikat dan rezim Zionis.

“Yang semakin menambah kepahitan tragedi ini adalah bahwa serangan agresif tersebut terjadi pada saat Republik Islam Iran sedang menempuh jalur diplomasi, dialog, dan perundingan, dan para perwakilan negara kami berada di meja perundingan untuk mencapai solusi damai serta memperkuat perdamaian dan stabilitas kawasan,” tulisnya.

Dikemukakan, “dalam kondisi seperti ini, penargetan wilayah Iran dan serangan terhadap kawasan sipil tidak hanya merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan nasional sebuah negara merdeka, tetapi juga merupakan pukulan nyata terhadap prinsip penyelesaian damai sengketa dalam sistem internasional. Penargetan sebuah sekolah dan pembunuhan anak-anak tak berdaya merupakan pelanggaran nyata terhadap prinsip-prinsip dasar hukum humaniter internasional serta kewajiban yang berasal dari berbagai instrumen internasional yang sah, termasuk Konvensi-konvensi Jenewa dan aturan perlindungan terhadap warga sipil dalam masa konflik bersenjata.”

Lebih jauh disebutkan, “yang semakin memperjelas kenyataan pahit ini adalah bahwa para pejabat Amerika sendiri juga telah mengakui bahwa serangan tersebut dilakukan oleh mereka. Pengakuan ini menunjukkan tanggung jawab langsung para pelaku tindakan tersebut dan semakin menegaskan pentingnya pertanggungjawaban serta penindakan hukum terhadap kejahatan ini dalam kerangka mekanisme internasional.”

Jurnalis: abri/rendy

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait