Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Bersama Ribuan Pelajar Tanda Tangani Stop Bullying Di Sekolah Dan Bebas Petasan

  • Whatsapp

Kediri,berita lima com – Ribuan pelajar di Kabupaten Kediri secara serentak menggaungkan ikrar stop kekerasan dan perundungan di sekolah. Tak hanya itu, mereka juga berkomitmen untuk merayakan momen Ramadan dan Idul Fitri tanpa petasan.

Kegiatan ikrar digelar di SMPN 2 Ngasem.Upacara penandatanganan ikrar ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri M. Muhsin. TNI dan Polri “Tidak hanya di sini  kami juga menyebar di beberapa sekolah lain untuk memantau sekolahan melakukan ikrar bersama,” ucapnya.

Antusias pelajar yang mengikuti ikrar yang diucapkan para pelajar adalah untuk selalu menjaga diri dan orang lain.dengan saling menghormati dan melindungi maka tidak akan adanya bentuk kekerasan, perundungan, kejahatan di lingkungan Sekolahan.

M.Muhsin mengungkapkan, semua insan pendidikan punya peranan penting untuk turut menjaga dan melindungi anak-anak dari tindak kekerasan.untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan tidak hanya melibatkan antar murid. Tapi juga  melibatkan guru dan murid. Serta dukungan  wali murid.
“Kalau ada permasalahan terkait kekerasan di satuan pendidikan, seluruh kepala sekolah harus segera menyelesaikan secepatnya sampai tuntas. Tanpa ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

Lebih lanjut, para pelajar juga berjanji untuk menjauhi petasan selama bulan Ramadan.baik membeli, menjual dan membunyikan petasan. Harapannya tentu untuk mencegah jatuhnya korban akibat petasan seperti tahun sebelumnya.

Kepala Sekolah SMPN 2 Ngasem Sulistyo Wulandari menambahkan, imbauan ini akan terus disampaikan melalui sejumlah kegiatan safari ramadan.“Seperti saat pondok Ramadan, kami selipkan imbauan agar anak-anak tetap mengingat ikrar menjauhi petasan,” ungkapnya.(jar)

beritalima.com

Pos terkait