BANYUWANGI,Beritalima.com – Menyusul sorotan publik terkait keretakan jembatan di Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PU CKPP Banyuwangi akhirnya memberikan penjelasan resmi. Ia memastikan bahwa tim dari Dinas PU CKPP telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan lapangan.
“Sudah ke lokasi,” ujar Plt Kepala Dinas PU CKPP, Dr. Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, M.Si.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, tim PU CKPP menyimpulkan bahwa keretakan yang terjadi bukan pada struktur utama jembatan, melainkan disebabkan oleh penurunan urugan pada bagian oprit jembatan.
“Hasil cek lapangan, terjadi penurunan urugan pada oprit jembatan, bukan pada struktur utama atau abutmen. Jadi secara struktur jembatan aman,” jelasnya.
Pihaknya juga menyampaikan bahwa kontraktor pelaksana telah menyatakan kesiapan untuk melakukan perbaikan dalam waktu dekat.
“Pihak CV siap memperbaiki besok pagi, fokus di bagian opritnya,” tambahnya.
Meski demikian, hingga kini identitas pemilik CV pelaksana proyek belum dapat ditelusuri secara jelas. Berdasarkan penelusuran awak media, beberapa minggu lalu saat proyek masih dalam tahap pengerjaan, wartawan sempat bertemu dengan kepala tukang di lokasi. Kepala tukang tersebut enggan disebutkan namanya dan menegaskan bahwa dirinya hanya menerima pekerjaan secara borongan.
“Saya hanya terima sub pekerjaan saja. Soal pemilik CV, yang saya tahu inisialnya SC, dari Desa Alian,” ujar kepala tukang kala itu.
Namun demikian, keterangan tersebut masih sebatas informasi lapangan dan belum ada konfirmasi resmi dari pihak kontraktor terkait struktur kepemilikan badan usaha yang mengerjakan proyek jembatan tersebut.
Pantauan terkini di lokasi menunjukkan, akses jalan menuju jembatan kembali ditutup, setelah sebelumnya sempat dibuka dan digunakan oleh warga. Penutupan kembali dilakukan untuk menghindari lalu lintas kendaraan selama proses perbaikan berlangsung.
Sebagai informasi, pembangunan jembatan di Desa Sembulung ini dibiayai dari APBD Kabupaten Banyuwangi Tahun Anggaran 2025, melalui Dinas PUPR Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman, dengan nilai anggaran sebesar Rp281 juta.
Meski PU CKPP memastikan struktur utama jembatan aman, warga berharap perbaikan benar-benar dilakukan secara maksimal dan transparan. Masyarakat juga meminta agar proses pengawasan diperketat, mengingat jembatan tersebut merupakan fasilitas vital yang akan digunakan dalam jangka panjang.
Warga kini menanti realisasi perbaikan di lapangan, sekaligus kejelasan pihak kontraktor pelaksana, agar polemik jembatan retak ini tidak meninggalkan tanda tanya di kemudian hari.(Red//B5)








