SURABAYA, Beritalima.com-
Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya mengawal pemerintah provinsi agar secara konsisten mengalokasikan anggaran pada program pemberdayaan masyarakat sebagai langkah nyata menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga.
“Resolusi fraksi PKB di tahun 2026 adalah mengawal pemerintah agar anggaran daerah benar-benar diarahkan pada pemberdayaan masyarakat. Tujuannya jelas, untuk menekan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup warga,” ujar Ketua fraksi PKB DPRD provinsi Jawa Timur, Fauzan Fuadi.
Fauzan menegaskan kebijakan anggaran daerah harus berpihak kepada masyarakat kecil dan menyasar persoalan mendasar yang masih dihadapi warga Jawa Timur.
Karena itu, fraksi PKB menyoroti setidaknya tiga sektor utama yang dinilai krusial, yakni kesehatan, pendidikan, dan lingkungan hidup.
Pada sektor kesehatan, fraksi PKB mendorong penguatan layanan kesehatan yang merata dan mudah diakses, terutama bagi kelompok masyarakat kurang mampu.
Sementara pada sektor pendidikan, penekanan difokuskan pada pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan sebagai investasi jangka panjang untuk memutus mata rantai kemiskinan.
“Akses kesehatan yang mudah dan pendidikan menjadi hal mendasar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jawa Timur akan berkembang jika warganya sehat dan pendidikannya merata,” sambungnya.
Selain itu, fraksi PKB juga memberi perhatian serius pada persoalan lingkungan hidup. Fauzan mengingatkan bahwa berbagai bencana alam yang melanda Jawa Timur sepanjang 2025 harus menjadi pelajaran bersama mengenai pentingnya kepedulian terhadap ekologi.
Menurutnya, fraksi PKB DPRD Jawa Timur berkomitmen mengawal kebijakan pemerintah daerah agar pembangunan ekonomi berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terwujud secara berkelanjutan.
Sikap ini sejalan dengan amanah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar serta agenda Musyawarah Wilayah DPW PKB Jawa Timur.
“Bencana alam di Jawa Timur harus menjadi peringatan bersama. Pencegahan ke depan harus dimulai dari kepedulian terhadap lingkungan dan kebijakan berbasis ekologi. Komitmen PKB sebagai partai hijau tidak main-main dalam hal ini,” tuturnya.(Yul)








