Komunitas SAMBAL Puji Indonesia Eco Jambore Berdayakan Ekraf Masyarakat

  • Whatsapp
Komunitas SAMBAL Puji Indonesia Eco Jambore berdayakan ekraf masyarakat (foto: istimewa)

Jakarta, beritalima.com|- Komunitas SAMBAL (KS) – komunitas kreatif usung nilai Solidaritas Anak Muda Berbasis Akhlak dan Loyalitas – puji gelaran Indonesia Eco Jambore (IEJ) di Perpustakaan Nasional, Jakarta (4-6/2), menyediakan ruang dialog bagi pegiat seni, budaya, lingkungan, untuk menciptakan karya ekononi kreatif (ekraf) bernilai, yang semula bahannya berasal dari sampah.

Selama tiga hari IEJ, mampu mencuri perhatian kalangan masyarakat, terutama pelajar dari tingkat dasar, mahasiswa hingga masyarakat umum, yang datang ke Perpustakaan Nasional bisa berhenti sejenak melihat beragam karya ekraf dari hasil sampah (pakaian, sepatu, tas, payung, dan lain-lain).

KS sendiri fokus pada penguatan ekosistem seni dan budaya melalui kolaborasi lintas pelaku kreatif, pendekatan keberlanjutan, serta pembangunan jejaring yang berakar pada integritas dan tanggung jawab sosial.

Dalam semangat tersebut, KS apresiasi atas EcoCraft Display pada IEJ, karena menghadirkan ruang pamer karya sekaligus pertemuan gagasan, nilai keberlanjutan, dan penguatan jejaring antar pelaku kreatif lintas komunitas dan institusi.

Keterlibatan KS dalam kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi komunitas dalam mendukung ekosistem kolaboratif, mengedepankan praktik seni berkelanjutan. Proses persiapan hingga aksi kegiatan dinilai memperkuat jejaring dan kepercayaan antar pelaku kreatif.

KS juga menyampaikan apresiasi kepada Waskita Rini selaku Ketua Panitia IEJ 2026 beserta tim (Yuri Marina selaku kurator, serta kontribusi Ammur, Metty, Enies, Renata, dan Rusman Rusli dalam pelaksanaan kegiatan). Dukungan dari Yusa, Abi Hasantoso, dan Fachmi Tamzil selama tiga hari pelaksanaan kegiatan turut menjadi bagian dari perhatian yang diapresiasi oleh KS.

Hadirnya para seniman KS (Yasmin Kania Dewi, Eka Yunita, Dini Dwiyanty, Lilis, dan Y.H. Suseno),  menjadi elemen penting memperkaya kualitas pameran. Karyanya ditampilkan mencerminkan praktik seni yang bertanggung jawab serta semangat keberlanjutan dalam proses kreatif.

“Bagi KS, kegiatan seperti ini bukan hanya tentang pameran, tetapi tentang membangun ruang dialog, nilai, dan jejaring yang memperkuat fondasi ekosistem kreatif,” ujar Rr. Kori Soenarko (Oie), pendiri KS.

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait