Jombang | beritalima.com – Jumlah calon Jama’ah Haji Jombang pasca pelunasan hingga sekarang mengalami fluktuasi karena disebabkan meninggal dunia. Namun dari 1.270 ribu jama’ah yang berkurang itu bisa diisi dengan daftar urutan yang masuk daftar cadangan.
Bahkan menurut Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Tipe A Kabupaten Jombang, H. Ilham Rohim, S.Ag., M.HI untuk menutupi jumlah calon jama’ah haji yang berkurang bisa diganti oleh ahli waris keluarganya bahkan jumlah calon jama’ah haji nanti bisa lebih.
Lebih lanjut terkait isu konflik Timur Tengah (Iran – Israel) yang berdampak pada perjalanan haji dan umrah dari Indonesia, dikatakan Ilham hanya perjalanan umrah yang ditunda demi keselamatan karena ada pembatasan dan kendala pesawat. Sedangkan yang melaksanakan ibadah haji nantinya tetap diberangkatkan.
Sementara diterangkan Kepala Kantor Kemenhaj Jombang, Kemenhaj memiliki struktur Dirjen dalam Kemenhaj yang terdiri dari Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Direktur Jenderal Pelayanan Haji, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Direktur Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah.
“Di Kemenhaj Jombang baru ada Kasi Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah dan Kasi Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah,” jelasnya.
Disebutkan Ilham, Kasi Pemgembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah lebih pada pemberdayaan umat untuk memenuhi kebutuhan jama’ah haji dan umrah.
“Kebutuhan jama’ah haji bisa dikirim dari Indonesia dan untuk oleh oleh jama’ah haji dan umrah tidak perlu beli di Arab,” terangnya.
Jurnalis: dedy








