Acèh, Beritalima.com ( Puluhan korban banjir di Kabupaten Bireuen hingga kini masih bertahan hidup di bawah tenda darurat yang terpasang di halaman kantor bupati setempat. Mereka menuntut kepastian dari pemerintah terkait nasib hunian dan masa depan mereka pascabencana.
Direktur Koalisi Non-Governmental Organization (NGO) HAM Aceh, Khairil, mendesak pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan persoalan para korban banjir yang belum mendapatkan kejelasan tempat tinggal.
Ia menegaskan bahwa kondisi para pengungsi yang masih tinggal di tenda sangat memprihatinkan, terutama bagi anak-anak yang berisiko kehilangan akses pendidikan dan layanan kesehatan.
“Jangan sampai anak-anak mereka tidak bisa bersekolah. Pendidikan dan kesehatan harus tetap berjalan,” ujar Khairil dalam keterangannya, Selasa 31 Maret 2026.
Menurutnya, pemerintah kabupaten melalui instansi terkait seperti BPBD, Dinas Sosial, dan Dinas Pendidikan harus bersinergi dalam menangani kebutuhan para pengungsi, khususnya anak-anak yang tinggal jauh dari akses sekolah.
Khairil juga menyoroti bahwa hingga saat ini masih terdapat puluhan pengungsi yang bertahan di lokasi tersebut tanpa kepastian kapan mereka bisa kembali ke kehidupan normal.
Salah seorang pengungsi, Nurlinda, mengungkapkan bahwa dirinya bersama keluarga dan korban lainnya memilih tetap bertahan di halaman kantor bupati sambil menunggu kejelasan dari pemerintah.
“Kami menetap di sini hanya menunggu kepastian dari pemerintah. Banyak dari kami yang sudah tidak memiliki rumah sama sekali,” ujar Nurlinda kepada wartawan.
Ia menjelaskan bahwa sebelum banjir, sebagian besar korban hanya menyewa rumah, sehingga kini tidak memiliki tempat untuk kembali setelah bencana melanda.
Nurlinda juga menyebutkan bahwa sebelumnya jumlah pengungsi lebih banyak, namun beberapa keluarga telah pulang setelah mendapatkan jaminan dari pihak BPBD. Sementara itu, sebagian lainnya masih belum memperoleh kepastian yang sama.
“Data kami sudah diambil oleh tim dari BPBD, bahkan dari BNPB juga sudah pernah mendata. Tapi sampai hari ini belum ada kabar,” katanya.
Para pengungsi berharap pemerintah segera memberikan solusi konkret, termasuk kepastian hunian tetap, agar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal di kampung halaman masing-masing, ” (A79)








