Jakarta, beritalima.com|- Kongres Wanita Indonesia (Kowani) kolaborasi dengan SinemArt, The Big Pictures, Tarantella Pictures dan Komunitas Perempuan Berkebaya preview film Suamiku, Lukaku dan diskusi bertema “Mengenal Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), di Hotel Sultan, Jakarta (21/1).
Kegiatan edukasi yang dihadiri Dewan Pimpinan Kowani dan pimpinan serta perwakilan organisasi-organisasi anggota Kowani dilangsungkan usai rapat koordinasi Dewan Pimpinan dan anggota organisasi Kowani.
Diskusi yang dimoderatori oleh Ketua Komunitas Perempuan Berkebaya Lia Nathalia menghadirkan empat narasumber yakni Produser sekaligus Sutradara film Suamiku, Lukaku, Direktur Eksekutif Women Reseach Institue (WRI) Sita Aripurnami Umar Kayam, Wakil Ketua Komnas Perempuan Ratna Batara Munti dan Analisi Hukum di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Inggit Nursafitri.
Produser dan Sutradara film Suamiku, Lukaku Sharad Sharan menyampaikan, “Saya ingin agar Kowani bisa bergabung bersama kami untuk bawa film ini ke kampung-kampung, ke negara lain. Kalau anda (Kowani) bergabung bersama kami, ini akan menjadi hadiah buat semua perempuan di Indonesia.”
Film Suamiku, Lukaku akan dirilis ke pasar internasional, seperti di Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab.
Inggit Nursafitri, mewakili LPSK (lembaga perlindungan saksi dan korban) menyebut, “LPSK sendiri punya mekanisme namanya perlindungan darurat, jadi sesaat setelah dia memohon perlindungan ke LPSK, itu bisa kita berikan perlindungan darurat. Artinya, ketika kondisi keterancaman jiwanya memang betul-betul.”
Caranya, korban atau saksi ditempatkan di rumah aman. Penempatan saksi atau korban di rumah aman adalah bentuk perlindungan secara fisik tertinggi dari LPSK. Selain itu LPSK menyediakan bantuan psikolog dan pendampingan untuk melapor kepada polisi.
Lalu Ratna Batara Munti dari Komnas Perempuan menanggapi film Suamiku, Lukaku dengan apresiasi tinggi kepada semua pihak yang terlibat dalam pembuatan film tersebut. Ia mengajak Kowani agar dapat menggunakan momentum film Suamiku, Lukaku sebagai media untuk mengajari banyak orang agar ada pencegahan terhadap kasus KDRT.
“Saya berharap setelah dilakukan diskusi ini, apa yang bisa kita lakukan bersama, Komnas Perempuan, LPSK dan juga dengan Kowani, harus konkrit,” ajak Ratna.
Jurnalis: rendy/abri








