Jakarta, beritalima.com|- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghimpun kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia periode Jumat (3/4) pukul 07.00 WIB hingga Sabtu (4/4) pukul 07.00 WIB.
Dari data tersebut, kejadian berdampak signifikan masih didominasi bencana hidrometeorologi basah, termasuk cuaca ekstrem.
Hujan lebat disertai angin kencang melanda Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Jumat (3/4). Sedikitnya empat pohon dilaporkan tumbang akibat terpaan angin kencang. Salah satu pohon yang tumbang menimpa seorang warga hingga meninggal dunia.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB bersama BPBD Kabupaten Lombok Tengah berkoordinasi dengan pihak terkait menangani dampak cuaca ekstrem tersebut.
Selain BPBD, penanganan melibatkan unsur Dinas Lingkungan Hidup, Damkar, TNI/Polri serta warga sekitar untuk membantu masyarakat terdampak dan kerusakan dari beberapa pohon tumbang.
Selain Kabupaten Lombok Tengah, wilayah lain NTB yang mengalami cuaca ekstrem berada di Kabupaten Dompu. Dua kelurahan di Kecamatan Dompu diterjang angin puting beliung pada Jumat (3/4).
Sebanyak 20 unit rumah di Kelurahan Dorotangga dan Kelurahan Bada dilaporkan terdampak. Enam rumah di antaranya mengalami rusak sedang akibat tertimpa pohon tumbang diterpa angin. Selain merusak bangunan, pohon tumbang juga menimpa sebuah truk kontainer sedang melintas. Tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa cuaca ekstrem tersebut.
Beralih ke Pulau Kalimantan, cuaca ekstrem yang disebabkan hujan disertai angin kencang menerjang beberapa wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan, salah satunya di Kabupaten Tapin. Sebanyak enam desa dan satu kelurahan di empat kecamatan terdampak peristiwa cuaca ekstrem.
Adapun wilayah terdampak yakni Desa Rumintin, Desa Tambarangan, dan Desa Harapan Masa di Kecamatan Tapin Selatan; Desa Sungai Rutas di Kecamatan Candi Laras; Desa Timbung dan Desa Shabah Tampunang di Kecamatan Bungur; serta Kelurahan Rantau Kiwa di Kecamatan Tapin Utara.
Sedikitnya 20 rumah warga mengalami kerusakan, dengan rincian 10 unit rumah rusak ringan, tiga unit rumah rusak sedang, serta tujuh unit rumah rusak berat. Selain rumah, angin kencang berdampak pada dua unit fasilitas pendidikan serta satu unit fasilitas umum.
BPBD Kabupaten Tapin segera melakukan kaji cepat dan pendataan, serta berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya untuk melakukan penanganan evakuasi dan pembersihan puing di lapangan.
Selain angin kencang, kejadian banjir juga masih melanda beberapa wilayah di Tanah Air. Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah pada Jumat (3/4) memicu luapan air sungai menyebabkan banjir di dua kecamatan. Sedikitnya lima desa dilaporkan terendam banjir.
Banjir merendam Desa Gio Barat dan Desa Pandelalap di Kecamatan Moutong serta Desa Paria, Desa Tompo, dan Desa Sibatang di Kecamatan Taopa. BPBD Kabupaten Parigi Moutong melaporkan sebanyak 35 KK terdampak banjir tersebut. Lima keluarga terpaksa mengungsi ke tempat lebih aman.
Banjir juga berdampak pada 39 unit rumah. Satu unit dilaporkan rusak ringan. Hingga Jumat (3/4) malam, banjir dilaporkan masih menggenangi wilayah terdampak. Tim Reaksi Cepat (TRC) dari Kecamatan Moutong dan Taopa bersama aparat desa dan warga setempat telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.
Periode peralihan musim atau pancaroba sering kali ditandai dengan perubahan cuaca signifikan, seperti hujan yang tiba-tiba, angin kencang, hingga suhu udara yang terasa panas. Kondisi ini berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan kerugian bagi masyarakat.
Menurut prakiraan cuaca dirilis BMKG, hujan lebat hingga sangat lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga 6 April 2026. Kondisi tersebut dapat memicu bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir dan tanah longsor, termasuk dampak dari fenomena cuaca ekstrem.
Wilayah yang diprakirakan berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, hingga Papua.
Menyikapi prakiraan cuaca dan perubahan musim, BNPB mengimbau pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan serta selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat cuaca ekstrem terjadi. Jauhi pohon, papan reklame, maupun bangunan yang rentan roboh saat hujan dan angin kencang. Segera lakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman apabila hujan dan angin kencang berlangsung terus-menerus lebih dari satu jam.
Jurnalis: rendy/abri








