Jakarta, beritalima.com|- Layanan naik kereta api (KA) dengan layanan premium – atau dikenal dengan sebutan Suite Class Compartment – kian diminati masyarakat.
Sepanjang Januari 2026, layanan ini dipesan 4.273 pelanggan, tumbuh 74,1 persen dibandingkan periode sama Januari 2025 yang mencatat 2.454 pelanggan. Jika dibandingkan Januari 2024 mencapai 2.255 pelanggan, pertumbuhan tercatat 89,5 persen, menunjukkan akselerasi minat yang konsisten bagi layanan KA premium.
Menurut Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, kini pelanggan semakin mempertimbangkan kenyamanan personal, privasi, dan kualitas layanan sebagai bagian penting dari pengalaman perjalanan, terutama pada relasi antarkota dengan durasi tempuh panjang.
Kereta Suite Class Compartment pertama kali diresmikan pada 10 Oktober 2023 di Stasiun Gambir. Dalam satu rangkaian, layanan ini menghadirkan 16 ruang privat, dirancang memberikan pengalaman perjalanan eksklusif. Setiap ruang dilengkapi pintu geser otomatis, kursi rebah hingga 180 derajat, fitur pijat dan penghangat kursi, Train Onboard Infotainment System, serta layanan makanan lengkap yang menunjang kenyamanan selama perjalanan.
Saat ini, Suite Class Compartment melayani KA Bima relasi Gambir–Surabaya Gubeng (PP), KA Argo Semeru relasi Gambir–Surabaya Gubeng (PP), serta KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi (PP). Ketiga relasi tersebut merupakan jalur strategis dengan permintaan tinggi, baik untuk perjalanan bisnis, keluarga, maupun wisata.
Dari sisi pariwisata, peningkatan pelanggan Suite Class Compartment sejalan dengan tren pertumbuhan perjalanan domestik. Data Badan Pusat Statistik (BPS) di 2025 menunjukkan mobilitas wisatawan nusantara terus meningkat, khususnya pada koridor Jakarta–Jawa Timur yang berperan sebagai penghubung utama destinasi wisata budaya, kuliner, serta kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).
Kehadiran layanan KA premium memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus mendukung pemerataan pergerakan wisata.
Secara ekonomi, kinerja layanan ini cermin pertumbuhan minat pelanggan berdampak pada aktivitas ekonomi di kota tujuan, termasuk perhotelan, pusat kuliner, dan jasa pendukung perjalanan, berperan dalam menjaga dinamika ekonomi lokal, bahkan internasional.
Jurnalis: abri/dedy








