Jakarta, beritalima.com|- Banjir yang meluas di ibukota, mengakibatkan lebih 1.600 warga mengungsi merendam pemukimannya akibat hujan deras wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis (22/1) hingga Sabtu (23/1).
Lokasi pengungsi tersebar di beberapa titik. Di Jakarta Timur tersebar di tiga kelurahan antara lain, dua Kelurahan Cawang, yakni di Mushala Al Islah 60 jiwa, dan Saung Lapangan Tenis RW 03 sebanyak 60 jiwa. Di Kelurahan Bidara Cina pengungsi di Aula Kelurahan Bidara Cina 107 jiwa, 40 jiwa di Masjid Al abror RW 11 dan 15 jiwa di Gedung SKKT RW 11. Di Kelurahan Kampung Melayu terdapat dua titik, di SDN Kampung Melayu 01 dan 02 sebanyak 250 jiwa, Masjid Jami Itihadul Ikhwan 70 jiwa.
Sementara Jakarta Barat, titik pengungsian tersebar di empat kelurahan, antara lain Kelurahan Rawa Buaya, yakni di Masjid Baitul Rahman 97 jiwa, Masjid Hidayatussalam 9 jiwa, Mushola Nurul Ikhsan RT 006/01 18 jiwa, Balai Warga RT 09/02 25 jiwa, SDN 02 Rawa buaya 63 jiwa, SDN 03 Rawa buaya 38 jiwa, dan SDN 07 Rawa buaya 230 jiwa.
Lalu Kelurahan Kembangan Selatan di Kantor JNE Kembangan Selatan 82 jiwa. Kelurahan Kembangan Utara di Gg. Nurul Muslimin RT 07/01 114 jiwa, Sekretriat Jl. H.Bule RT.008/01 40 jiwa, SDN 01 RT 01/02 16 jiwa, dan Mushola Al – Hidayah RT 06/01 79 jiwa. Selain itu terdapat satu titik di Kelurahan Duri Kosambi di Masjid Majlis Al-Falah sebanyak 100 jiwa.
Untuk Jakarta Utara terdapat di Gang Masjid Nurul Jannah RW.02 Kelurahan Kapuk Muara sebanyak 97 jiwa.
Badan Penanggulanagan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat wilayah terdampak sebanyak 20 kelurahan di 6 kecamatan. Sedikitnya 585 Kepala Keluarga (KK) atau 1.623 jiwa dan 14 ruas jalan terdampak.
Kondisi hingga Minggu (25/1), beberapa titik banjir telah surut antara lain dua RT di Keluarahan Cililitan, satu RT di Kembangan Selatan dan dua RT di Kembangan Utara. Sementara 13 RT di Jakarta Timur dan satu RT Jakarta Utara masih tergenang banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 30 hingga 80 sentimeter. Terpantau paling tinggi di Kelurahan Kampung Melayu TMA 80 sentimeter dikarenakan luapan Sungai Ciliwung.
BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat.
Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat. Pemerintah memastikan kebutuhan para pengungsi tercukupi dengan menyiapkan kebutuhan dasar baik permakanan, pakaian, sanitasi dan kebutuhan dasar lainnya selama di lokasi pengungsian.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memantau kondisi banjir yang melanda beberapa wilayah di tanah air. Hingga 29 Januari 2026, cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Perlu diwaspadai potensi peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Aceh, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTT, Kalimantan Tengah, Sulawesi, Maluku Utara, Papua Tengah, dan Papua.
Masyarakat diimbau memperhatikan upaya keselamatan apabila terjadi genangan atau kenaikan permukaan air. Segera matikan aliran listrik, pantau pembaruan informasi dari sumber resmi, dan ikuti instruksi pihak berwenang untuk evakuasi jika diperlukan.
Jurnalis: abri/rendy








