Lilik Tampung Keluhan PPDB Dan UKM Kampung Sono Indah

  • Whatsapp

SURABAYA, Beritalima.com|
Jaring aspirasi reses tahap 2 tahun 2021 yang dilakukan oleh anggota DPRD provinsi Jatim Lilik Hendarwati dengan melakukan kunjungan ke kampung Sono Indah. Dalam pertemuan Penyerapan Aspirasi Masyarakat tersebut, politisi PKS ini mendapat keluhan terkait permasalahan PPDB (Program Penerimaan Didik Baru) dan UKM.

Menanggapi hal tersebut, Anggota komisi C ini menuturkan bahwa pihaknya selama ini berupaya untuk bisa menjembatani kebutuhan masyarakat. Namun kebijakan yang diemban Anggota fraksi Keadilan Bintang Nurani ini sebatas menyampaikan apa yang menjadi permasalahan di masyarakat.

“Orang tua mayoritas ingin menyekolahkan anaknya di sekolah negeri. Image mereka bahwa sekolah negeri memiliki kualitas yang sangat baik, disamping itu, biaya sekolahnya gratis. Padahal pemerintah hanya mampu mengcover jumlah lulusan sebanyak 30 persen saja, sisanya terpaksa harus sekolah swasta,” terang Lilik.

“Sebenarnya kita sudah berusaha untuk menyampaikan ke diknas bahwa kebutuhan sekolah ini memang luar biasa, artinya dengan sistem PPDB yang zonasi ini harusnya benar-benar adil, setiap tempat itu harusnya sudah ada bangunan sekolah, sehingga anak-anak ini tidak ada yang
tereliminasi. Itu idealnya. Kita dorong pemerintah untuk penambahan sekolah, tapi tahun ini baru 9 SMK yang didirikan,” sambung Lilik.

Lilik mengungkapkan, saat ini pemerintah memprogramkan memperbanyak jumlah SMK. Karena lulusan SMA 67 persen, tidak meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Jika para lulusan SMA ini tidak memiliki skill, bisa dipastikan menambah jumlah pengangguran. Untuk itu, kita mensosialisasikan kepada para orang tua dan para siswa untuk memilih sekolah SMK.

“Dengan alasan, lulusan SMK ini sudah memiliki bekal untuk langsung bekerja. Jadi artinya mereka siap kerja, kalau anak-anak yang memang tidak menginginkan untuk kuliah, ya memang baiknya langsung di SMK saja. Karena lulusan SMK sudah punya bekal untuk bekerja,” lanjutnya..

“Saya tadi kan sampaikan ke teman-teman kalau pendidikan ini sebenarnya tidak hanya kewajiban pemerintah, tetapi juga masyarakat. Kewajiban kita semuanya sebagai orang tua, maka kita harus masing-masing ini legowo dan punya prioritas, misalnya tadi yang saya sampaikan ada teman-teman yang putranya pinter tetapi tidak mampu orang tuanya, itu menjadi skala prioritas kami untuk membantu melalui jalur afirmasi,” tandasnya.

Lilik juga mengatakan, tetapi kalau misalnya mereka di luar zona, orang tuanya masih mampu nggak apa-apa kan anak-anaknya sekolah ke swasta.

“Harapan kami juga, mereka memberikan pendidikan kepada anaknya kepahaman bahwa di manapun mereka sekolah itu, sesungguhnya tidak selalu menunjukkan mereka akan menjadi orang sukses atau tidak, tetapi kemauan, Keinginan mereka untuk kemudian bisa menjadi orang-orang yang sukses, selama mau berjuang, mau belajar dengan keras, mau meningkatkan skill nya, kan jadi sekolah itu tidak menjadi variabel kesuksesan seseorang. Yang menjadi variabel kesuksesan itu adalah kemauan mereka masing-masing, pekerja keras, jangan berkecil hati kalau kemudian tidak bisa masuk sekolah negeri gak popo. Tidak bisa masuk negeri, swasta pun ndak papa. Insya Allah kalau misalnya orang tuanya mampu yo wes, kecuali kalau memang tidak mampu ya kita coba untuk merekomendasikan agar mendapatkan bantuan,” tegasnya.

Lebih jauh Lilik menambahkan, masyarakat kita ini membutuhkan peningkatan pemberdayaan ekonomi, salah satu yang paling mudah itu adalah UMKM.

“Namanya Santika fashion, bisa melatih digital marketing. Saya berkeinginan untuk mengumpulkan ibu-ibu atau pemuda-pemuda yang memang mereka potensial, untuk kemudian bisa menularkan kepandaian mereka setelah mereka mendapatkan pelatihan dan ketrampilan. Istilahnya TOT (Trainer Of Training)
di daerah masing-masing. Saya berencana mereka punya usaha mandiri yang bisa dikerjasamakan dengan Dinas koperasi. Nanti saya akan coba pelatihannya untuk koneksikan ke Dinas koperasi, dengan dana yang bisa kita akses untuk meningkatkan ketrampilan mereka,” pungkasnya.(Yul)

Pos terkait