JAKARTA, beritalima.com | Berbagai jenis konten banyak bermunculan dan menjadi viral tahun ini. Agar menarik perhatian, konten dibuat semenarik mungkin, sehingga dapat meningkatkan engagement rate atau interaksi audiens (seperti like, komentar, dan share) terhadap suatu konten.
Untuk mengetahui tipe konten populer di berbagai platform media sosial, Marketing coach Oky Andries dan Ninja Xpress mengungkapkan konten populer yang bisa digunakan untuk meningkatkan engagement.
Oky mengatakan, perkembangan konten di dunia bisnis yang semakin beragam dan populer mendorong pelaku usaha untuk terus update dengan trend konten saat ini.
“Selain itu, pelaku usaha juga dituntut kreatif dalam membuat konten yang menarik agar mampu bersaing di era digital,” lanjut marketing coach yang sudah berpengalaman menangani berbagai macam brand dan membantu lebih dari 29.000 pengusaha untuk sukses ini.
Untuk membuat konten menarik, tutur Oky, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan, seperti memiliki relevansi dengan audiens, memiliki kreativitas tinggi, bersifat informatif, dan mampu melibatkan emosi para audiens.
Dia menyebut, dari sekian banyak konten yang viral tahun ini, berikut 5 tipe konten populer. Pertama, Dance Challenge. Konten ini awalnya dibuat para konten kreator, dan dengan cepat menyebar serta menarik perhatian audiens.
“Dance challenge melibatkan serangkaian gerakan menari yang rumit, membuat audiens tergoda untuk mencobanya sendiri,” ujarnya.
Selain para konten kreator, pelaku usaha yang memiliki media sosial di TikTok turut mengikuti dance challenge demi mengikuti tren media sosial. Sebagai contoh, Share It berhasil meningkatkan brand awareness mereka melalui kampanye dance challenge di TikTok, yang meningkatkan engagement dari audiens dan target market.
Kedua, Tutorial. Konten tutorial juga menjadi salah satu jenis konten yang menarik perhatian audiens. Hampir 83% pengguna media sosial lebih menyukai konten tutorial dalam bentuk video. Konten tutorial memberikan panduan tentang cara membuat, menggunakan, atau melakukan sesuatu dengan cara yang jelas dan informatif.
Ketiga, Hiburan & Komedi. Konten hiburan dan komedi juga menjadi favorit audiens di berbagai platform media sosial. Konten ini ringan dan menghibur, mencakup lip sync, meme, sketsa komedi, dan prank. Kreator juga dapat menggunakan filter unik dan lucu pada media sosial masing-masing untuk menghibur audiens.
Terus yang keempat, Fakta atau Informasi. Konten berupa fakta atau informasi juga tetap diminati di media sosial. Bersamaan dengan tujuan penggunaan media sosial, yakni untuk menyampaikan informasi, konten edukatif menjadi suatu hal yang seringkali membuat orang-orang merasa penasaran.
Konten edukatif yang disajikan dalam durasi singkat ini mampu menarik perhatian dan ketertarikan audiens. Contoh konten ini adalah tentang ide-ide kencan yang sering dicari oleh audiens. Seringkali para pengguna media sosial mencari-cari informasi mengenai suatu topik di internet dan juga media sosial. Pelaku usaha dapat menggunakan konten edukatif sebagai sarana promosi di media sosial.
Dan kelima, Reaksi dan Komentar. Konten reaksi dan komentar juga digemari audiens karena rasa penasaran audiens terhadap respon atau pemikiran dari sang kreator terhadap topik-topik yang sedang trending atau viral. Kreator memberikan reaksi unik dan memiliki ciri khas, sehingga dapat menarik banyak audiens.
Andi Djoewarsa, Chief Marketing Officer (CMO) Ninja Xpress mengungkapkan, dalam era digital saat ini pelaku usaha perlu memahami tipe-tipe konten populer untuk memaksimalkan efektivitas kampanye pemasaran mereka.
“Dengan memanfaatkan tipe-tipe konten ini secara efektif, pelaku usaha dapat menghadirkan pengalaman yang menarik, relevan, dan berharga bagi konsumen,” kata Andi.
“Dalam hal ini, Ninja Xpress bersama para ahli siap membantu memberikan edukasi kepada pelaku usaha untuk terus bertumbuh dan meningkatkan penjualan mereka,” lanjut dia serius.
Dikemukakan, untuk memudahkan dalam membuat konten menarik, Ninja Xpress memiliki layanan Creative Business Solution, yang memfasilitasi pelaku UKM agar dapat membuat foto dan video produk yang bisa digunakan untuk mendukung konten menjadi viral.
“Foto dan video produk yang dibuat ditangani langsung oleh photografer dan videografer profesional, serta akan diproduksi menggunakan tema yang menarik dan didukung model profesional,” tambahnya. (Gan)
Teks Foto: Andi Djoewarsa, CMO Ninja Xpress.