BANGKALAN, Beritalima.com-
Lokasi sumur bor milik warga di Kabupaten Bangkalan yang mengeluarkan cairan diduga minyak, kini telah diamankan oleh pihak berwenang. Meski demikian, anggota DPRD provinsi Jawa Timur Harisandi Savari menegaskan bahwa pengamanan saja tidak cukup tanpa keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Anggota Komisi D DPRD provinsi Jawa Timur tersebut menilai langkah pengamanan lokasi sudah tepat sebagai upaya awal melindungi keselamatan warga dan mencegah dampak lingkungan yang lebih luas. Namun ia menekankan, tahapan berikutnya yang tak kalah penting adalah mengungkap hasil kajian secara transparan.
“Pengamanan lokasi sudah dilakukan dan itu patut diapresiasi. Tapi yang paling ditunggu masyarakat sekarang adalah kejelasan. Hasil uji laboratorium dari ESDM harus segera disampaikan secara terbuka agar tidak memunculkan spekulasi,” ujar Harisandi.
Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi kunci untuk meredam keresahan warga, sekaligus mencegah berkembangnya anggapan keliru bahwa cairan tersebut merupakan ladang minyak yang bisa dimanfaatkan secara bebas.
“Fenomena ini tidak boleh disimpulkan sepihak. Harus menunggu kajian ilmiah. Negara wajib hadir memberi penjelasan yang jujur dan mudah dipahami masyarakat,” tegas legislator PKS tersebut.
Harisandi juga menegaskan bahwa Komisi D DPRD provinsi Jatim akan terus mengawal penanganan kasus ini, termasuk rencana turun langsung ke lapangan untuk memastikan prosedur pengamanan, pengujian, dan komunikasi publik berjalan dengan baik.
Ia kembali mengingatkan agar pendekatan kepada warga dilakukan secara persuasif dan edukatif. Pasalnya, pengeboran awal dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih, bukan untuk tujuan eksploitasi migas.
“Warga tidak boleh menjadi korban, apalagi dikriminalisasi. Mereka justru harus dilindungi dan diberikan pemahaman yang benar,” katanya.
Diketahui, sumur bor warga di Bangkalan sebelumnya mengeluarkan cairan berwarna gelap dan berbau menyengat yang diduga minyak, sehingga sempat menarik perhatian warga dan viral di media sosial. Saat ini, area sumur telah dipasang pembatas dan ditutup sementara sambil menunggu hasil pemeriksaan resmi dari Dinas ESDM Jawa Timur.(Yul)








