LPAI Minta Sekolah SPI Dikembangkan, Dilindungi dari Fitnah serta Intervensi

  • Whatsapp

SURABAYA – beritalima.com, Perhatian khusus diberikan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi kepada Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu. Lembaga pendidikan yang fokus mencetak generasi muda berjiwa entrepreneur itu akhir-akhir ini digoreng-goreng beberapa pihak yang menginginkan sekolah itu ditutup.

“(Sekolah) SPI harus dikembangkan dan dilindungi dari fitnah atau segala macam bentuk intervensi dari pihak manapun,” ujar Kak Seto, panggilan akrab Dr. H. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si., Selasa (22/3/2022).

Pemerhati anak yang juga seorang Psikolog itu mengaku selalu mengikuti perkembangan sekolah gratis yang menampung anak-anak Yatim di seluruh Indonesia ini.

Pada pekan lalu lanjut Kak Seto, Sekolah SPI dikunjungi oleh Founder Sekolah Pradita Dirgantara (PD), Ny Nanny Hadi Tjahjanto yang diketahui merupakan istri dari Marsekal (Purn) Dr. Hadi Tjahjanto. Kedatangan rombongan Ny. Nanny itu untuk audience sekaligus menyatukan visi karena sama-sama memiliki konsep pendidikan sekolah gratis.

“SPI sudah berdiri cukup lama, dan sudah banyak mencetak generasi muda dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bagus. Saya sendiri sudah datang langsung kesana, dan saya lihat tempatnya cukup luas dengan kurikulum pendidikan yang sangat baik serta fasilitas yang bagus dan lengkap,” pujinya.

Sekolah SPI juga membuat MoU dengan Kadin Institute, didalam MoU itu kedua lembaga menyatukan visi mencetak generasi unggul dan generasi muda yang memiliki skill enterpreneur.

“Itu sudah cukup membuktikan bahwa SPI tidak perlu ditutup,” sambung Kak Seto.

Sementara, untuk Persoalan hukum yang saat ini dialami oleh JE Pendiri Sekolah SPI, kak Seto meminta semua pihak dapat melihat secara jernih dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum tersebut ke Pengadilan.

Adanya pihak-pihak yang melakukan intervensi dengan melakukan aksi demo di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang kak Seto berharap publik menyikapinya dengan kritis dan melihat motif dari kelompok tersebut.

“Siapapun juga, jangankan kita sebagai rakyat biasa, pejabat pun jangan sampai ada perbuatan yang mengarah pada intervensi,” imbuhnya.

Diketahui, Aksi demo itu telah memantik kericuhan antara pengguna jalan dengan peserta demo.

Pengguna jalan yang kebetulan melintas emosi karena demo itu membuat kerumunan sehingga jalan menjadi macet. (Han)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait