Selama hampir satu bulan, mahasiswa mengimplementasikan program berbasis empat pilar utama, yakni pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan lingkungan.
Pada bidang pemberdayaan dan lingkungan, mahasiswa meluncurkan inovasi SI PEJO (Sistem Informasi Peta Sukorejo). Program ini menghadirkan peta digital berbasis citra satelit yang disusun secara rinci berdasarkan wilayah RT, sehingga memudahkan pemetaan administrasi desa.
Sejalan dengan itu, mahasiswa juga mendorong penguatan ekonomi warga melalui program UMKM Melek Digital. Pendampingan dilakukan dengan membantu pelaku UMKM membuat QRIS melalui Gopay Merchant serta membuka akun penjualan di platform Shopee guna memperluas akses pasar dan sistem transaksi yang lebih modern.
Di sektor kesehatan, mahasiswa menggelar penyuluhan bertema “MPASI Tepat, Cegah Stunting” dengan menghadirkan tenaga medis profesional. Penyuluhan ini turut merespons isu kesehatan terkini dengan menyisipkan materi pencegahan Tuberkulosis (TBC), menyesuaikan dengan data terbaru terkait risiko penyakit di wilayah tersebut.
Sementara itu, bidang pendidikan diwujudkan melalui program “Pakar Cilik”, yang memperkenalkan dasar logika matematis dan computational thinking sederhana kepada siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Metode pembelajaran dikemas secara interaktif agar siswa tidak hanya menghafal, tetapi memahami proses penyelesaian masalah. Selain itu, mahasiswa juga rutin mengadakan bimbingan belajar gratis bagi siswa kelas 1–3 untuk penguatan literasi dan numerasi dasar.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan keterlibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan sosial-keagamaan, termasuk pendampingan peringatan Isra Mi’raj di MI dan Masjid Jami’ Ash-Shobirin.
Mahasiswa terlibat langsung sebagai pelaksana teknis hingga pembawa acara, sehingga mempererat hubungan dengan masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran mahasiswa BBK 7 UNAIR yang telah berkontribusi nyata bagi Desa Sukorejo. Program-program yang dijalankan sangat membantu masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi,” ujarnya.
Pemerintah desa berharap kolaborasi antara mahasiswa, perangkat desa, tenaga pendidik, dan pelaku UMKM tersebut dapat menjadi pijakan awal menuju Desa Sukorejo yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. (Ron)








