Mantan Bupati Jombang Meninggal, Depidar XII SOKSI Jatim Berduka

  • Whatsapp

JOMBANG, beritalima.com | Meninggalnya Mantan Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko, meninggalkan duka mendalam bagi Pengurus DPD Partai Golkar Jawa Timur, terutama Sumardi SH MH. Karena, terlepas dari kekhilafannya, almarhum dirasa sangat baik.

Karena itu, begitu mendengar mantan Ketua DPD Golkar Jatim tersebut meninggal dunia Sabtu (25/3/2023) pagi, atas ijin Ketua Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) Xll Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Jawa Timur Adi Wibowo STP M.Si, Sumardi selaku Sekretaris Depidar XII SOKSI Jatim segera mengirimkan karangan bunga duka cita ke rumah duka di Dusun Balonggading, Desa Sepanyul, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang.

“Almarhum semasa hidupnya sebenarnya sangat baik, sangat peduli pada wong cilik, dan suka menyantuni anak yatim. Ketika menjabat Bupati Jombang kinerjanya juga cukup bagus, dan turut membesarkan Partai Golkar di Jombang dan Jawa Timur,” tutur Sumardi di yang juga hadir takziah di rumah duka.

Menurut pengurus aktif DPD Partai Golkar Jatim ini, almarhum Nyono Suharli Wihandoko bukan hanya mantan Bupati Jombang, juga bukan hanya Ketua DPD Partai Jatim, tapi juga mantan Ketua Depidar XII SOKSI Jatim menggantikan Rendra Kresna.

Nyono Suharli Wihandoko meninggal saat dalam perawatan sakit jantung di RSUD dr.Syaiful Anwar, Kota Malang, Sabtu (25/3/2023), pukul 05.30. Sekitar pukul 12.00 jenazahnya dimakamkan di pemakaman keluarga, sekitar 300 meter dari rumah duka.

Kakak kandung almarhum Nyono, Lukito, mengatakan, Nyono mengalami gangguan jantung usai beraktivitas di Surabaya dan Malang. Dia telah 4 kali menjalani pengobatan (treatment) gangguan jantung di Surabaya pada Minggu (19/3/2023).

Almarhum juga sempat pulang ke Jombang untuk nyekar di makam keluarga pada Senin (20/3/2023) sore. Selesai nyekar, Nyono terus bertolak ke Malang. Esoknya, Selasa (21/3/2023) pagi, Nyono mengeluh sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Sejak itu kondisi Nyono tidak stabil pada Kamis hingga Jumat malam. “Terakhir, habis Sholat Subuh Sabtu (25/3/2023), beliau tidak sadarkan diri dan ditangani dokter sampai satu jam hingga akhirnya dinyatakan meninggal,” tutur Lukito.

Almarhum Nyono anak ke 8 dari 13 anak pasangan Sukarto dan Suharini. Di mata keluarga, almarhum Nyono sosok yang baik dan pekerja keras. Jenazahnya dimakamkan di samping makam istrinya, almarhumah Tjaturina Yuliastuti Wihandoko, yang meninggal pada Rabu (30/6/2021) di RS Unair Surabaya akibat Covid-19.

“Semoga semua amal ibadah almarhum Nyono Suharli Wihandoko diterima Allah SWT, kesalahannya diampuni, dan diberikan tempat yang layak di sisiNya,” ucap Sumardi, yang juga sebagai Ketua Baladhika Karya Jawa Timur. “Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tambah Ketua Perkumpulan Advokat Indonesia (Peradin) Jawa Timur dan Koodinator Wilayah Posbakumadin Jawa Timur ini. (Gan)

Teks Foto: Karangan bunga duka cita dari Depidar XII SOKSI Jatim atas meninggalnya Nyono Suharli Wihandoko, Sabtu (25/3/2023).

Pos terkait