Mantan Rektor Unair dan Alumni Fakultas Kedokteran Pertanyakan Pemberhentian Prof BUS

  • Whatsapp

SURABAYA, Beritalima.com-
Mantan rektor Universitas Airlangga (Unair), Prof Dr Med Puruhito dr SpB(K) TKV menolak keputusan rektor yang menyatakan bahwa Prof Dr dr Budi Santoso SpOG FER atau yang akrab disapa Prof.BUS ini diberhentikan mendadak dari jabatannya secara tidak wajar.

“Sebagai Dekan secara mendadak tanpa suatu sebab yang kita ketahui tidak ada yang mendukung bahwa dia harus dipecat. Kita menuntut agar jabatan beliau bisa dikembalikan lagi memimpin FK ini sampai berakhirnya masa jabatan beliau gak lama lagi, jadi buat apa sih kita harus bersusah payah,” terang Prof. Puruhito.

Menurut Puruhito, sosok Prof.BUS adalah bapak yang telah membawa Unair sampai sejauh ini.

“Prof.BUS justru membuat nama Unair jadi naik, jadi mengapa rektor yang sekarang justru membunuh seseorang di kalangannya yang sebetulnya membawa nama Unair jadi baik,” tegasnya.

Ia pun berharap Prof BUS dikembalikan nama baiknya sebagai orang yang sungguh konsen terhadap pendidikan dokter indonesia, memproduksi dokter yang baik.

“Dan sampai sekarang terbukti kita termasuk fakultas kedokteran tertinggi, menurut saya ya tidak harus nomor satu kadang nomor dua tergantung tahunnya,” ungkapnya.

Saat disinggung terkait sesuai pasal 53 ? Puruhito juga membenarkan, bahwa dari Statuta tidak sesuai dari PerPres yang ada tidak sesuai.

“Saya sebutkan lima syarat pemberhentian dekan itu, namun beliau sama sekali tidak memenuhi satu pun syarat itu, jadi kenapa harus dicopot dari jabatannya?” Sindirnya.

Terkait dengan ucapan Prof. Hafid saat orasi ditengah-tengah masa demonstran yang menyebut akan ada mogok ngajar dan belajar baik dari dosen maupun mahasiswa FK Unair, Puruhito mengatakan, bahwa ini menjadi persepsi dari masing-masing.

“Tentunya, tergantung persepsi masing-masing, sebab kami sebagai guru ingin terus memberi pelajaran pada mahasiswa kalau saya disuruh mogok sulit kasihan pasien dan nama kita justru akan jatuh,” jelasnya.

Ia mengatakan, pihaknya menghindari aksi-aksi yang menentang kebijakan pemerintah.

“Kita tetap mendukung pemerintah, artinya membuat pendidikan lebih baik, melaksanakan pendidikan tidak justru membatalkan atau membuat pendidikan tidak berjalan jangan sampai itu terjadi,” pungkasnya.(Yul)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait