SURABAYA, beritalima.com | Bertepatan pada peringatan Hari Pers Nasional 2026, Senin (9/2), Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur, Kantor LPS Il Jawa Timur dan Kementerian Keuangan di Provinsi Jawa Timur gelar Media Briefing di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur di Surabaya.
Kegiatan dengan tema “Sinergi dan Kolaborasi Melanjutkan Transformasi dan Menjaga Stabilitas Ekonomi Jawa Timur untuk Mewujudkan Indonesia Tangguh dan Mandiri” ini dihadiri pimpinan 4 lembaga tersebut, dan diikuti 65 jurnalis dari berbagai Media di Jawa Timur.
Selain mengucapkan Hari Pers, keempat pimpinan lembaga tersebut menyampaikan harapan agar media dapat terus menjadi mitra pemerintah dalam menyebarkan informasi akurat, meningkatkan literasi ekonomi, serta turut mengedepankan pemberitaan yang berimbang dan mendukung persepsi positif publik sehingga berdampak pada stabilitas ekonomi.
Acara ini dibuka oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim, dilanjutkan dengan paparan materi oleh masing-masing Kementerian dan Lembaga. Dalam paparannya, Ibrahim menjelaskan peran penting ekonomi Jawa Timur secara nasional maupun di pulau Jawa.
Disebutkan, secara keseluruhan pada tahun 2025 perekonomian Jawa Timur tercatat tumbuh 5,33% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2024 yang tercatat sebesar 4,93% (yoy).
Dari sisi permintaan, membaiknya kinerja ekonomi Jawa Timur ditopang oleh konsumsi rumah tangga, kinerja investasi, dan aktivitas ekspor. Sementara di sisi penawaran, akselerasi kinerja terjadi pada Lapangan Usaha (LU) industri pengolahan, LU Pertanian, serta LU Akomodasi Makan dan Minuman.
Selain itu, kuatnya pertumbuhan ekonomi Jawa Timur didukung oleh terkendalinya inflasi pada Januari 2026 sebesar 3,29% (yoy), yang masih terjaga dalam sasaran 2,5±1 %. Inflasi yang terkendali tersebut sejalan dengan kuatnya sinergi dan inovasi program TPID yang dirumuskan dalam kerangka pengendalian inflasi 2025.
Kinerja ekonomi Jawa Timur 2026 diprakirakan akan tetap terjaga baik, pada kisaran 4,9 – 5, 7% (yoy) ditopang oleh tetap kuatnya konsumsi rumah tangga, investasi, dan terjaganya permintaan eksternal.
Sejalan dengan capaian kinerja ekonomi Jawa Timur pada tahun 2025, Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Horas V. M. Tarihoran juga menyampaikan bahwa per Desember 2025 kinerja perbankan nasional masih menunjukkan total penyaluran kredit sebesar Rp625,66 triliun atau tumbuh sebesar 1,90% (yoy), dan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp817,59 triliun atau tumbuh 3,50% (yoy).
Stabilitas perbankan juga terjaga tercermin dari rasio NPL yang terjaga baik di level 3,37% dan CAR yang kuat sebesar 31,38%. Ketahanan perbankan terhadap risiko likuiditas terjaga sebagaimana tercermin dari AUDPK sebesar 26,74% dan AUNCD sebesar 1 1 9,31 %, diatas tresshold.
Horas V. M. Tarihoran juga menyampaikan bahwa solidnya kinerja perbankan selama 2025 juga sejalan dengan capaian positif kinerja pasar modal, asuransi dan penjaminan, dana pensiun, serta Perusahaan modal ventura, Lembaga keuangan mikro dan Lembaga jasa keuangan Iainnya (PVML).
Sejalan dengan pernyataan Ibrahim, Kepala Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur, Saiful Islam menyampaikan bahwa sampai dengan Desember 2025 belanja APBN di Jawa Timur tumbuh kuat ditopang oleh Transfer Ke Daerah (TKD) sebesar 0,74%.
Pertumbuhan realisasi belanja APBN sebagai Shock Absorber, dilakukan melalui Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, peningkatan bidang konektivitas dan kesejahteraan.
Kuatnya kinerja belanja sejalan dengan terjaganya realisasi pendapatan pajak, kepabeanan dan cukai, serta PNBP yang meningkat diatas target yang ditetapkan sampai dengan Desember 2025.
Kepala LPS II Provinsi Jawa Timur, Bambang S. Hidayat, menyampaikan bahwa LPS memastikan SSK dan kinerja ekonomi nasional tetap terjaga melalui program penjaminan simpanan yang kredibel dan resolusi bank yang efektif. LPS menjamin penuh lebih dari 665 juta rekening simpanan nasabah di Bank Umum dan 1 5,7 juta rekening di BPR/BPRS atau mencakup 99,97% dari total rekening.
Kuatnya perekonomian Jawa Timur pada 2025 dan terjaganya stabilitas sistem keuangan menjadi fondasi bagi ketahanan ekonomi dan keuangan yang berlanjut pada keseluruhan tahun 2026.
“Dengan memperhatikan tantangan dan peluang yang ada, prospek ekonomi Jawa Timur 2026 diprakirakan akan terjaga baik, dengan inflasi yang tetap terkendali pada rentang sasaran nasional 2,5±1 %,” ucap Ibrahim.
Ke depan, BI, OJK, Kementerian Keuangan, dan LPS II Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas dan mendorong ekonomi Jawa Timur. Melalui penguatan sinergi, inovasi, dan transformasi kebijakan yang pro-growth, keempat lembaga optimis dapat berkontribusi signifikan dalam menjaga stabilitas, menavigasi tantangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang berkelanjutan, untuk Indonesia tangguh dan mandiri. (Gan)
Teks Foto: Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim (tengah) di acara Media Briefing di Surabaya, Senin (9/2/2026)








