Media Bukan Alat Kekuasaan! Jairi Irawan Tegaskan Pers Mitra Kritis DPRD Jatim

  • Whatsapp
SURABAYA, beritalima.com | Anggota DPRD provinsi Jawa Timur, Jairi Irawan, menegaskan bahwa media bukan alat kekuasaan, melainkan mitra kritis yang berperan penting dalam mengawal jalannya demokrasi.
Pernyataan itu disampaikan saat sosialisasi di Kampung Cokelat Blitar, sebagai penegasan bahwa pers memiliki posisi strategis dalam menyampaikan informasi, membangun literasi publik, serta menjadi pengawas kinerja lembaga negara.
Karenanya, bagi Jairi Irawan kritik konstruktif dari media massa menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja.
“Media bukan alat kekuasaan, tapi mitra kritis,” tegas Jairi Irawan.
Sebagai wakil rakyat Jairi mengaku tidak alergi dengan kritik media massa. Bahkan ia merasa senang karena dengan begitu dirinya bisa melakukan perbaikan. Publik juga menjadi tahu terhadap kinerjanya.
“Jika ada beberapa kinerja saya yang tersorot (media) yang mungkin kurang baik, saya senang karena bisa ada perbaikan-perbaikan ke depannya,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu Jairi Irawan juga mengatakan media massa memiliki posisi strategis sebagai pilar demokrasi. Bukan hanya menyampaikan informasi, tapi juga membangun literasi publik.
Ia melihat kolaborasi antara legislatif dan media massa menjadi hal yang penting. Khususnya dalam kaitan menyampaikan program-program pembangunan di masyarakat.
Jairi berharap hubungan pers dan legislatif dalam koridor profesionalisme dan independensi tetap terjaga. Pihaknya juga siap membantu dalam rangka meningkatkan kompetensi jurnalis.
“Peran media profesional sangat dibutuhkan untuk memastikan masyarakat mendapat informasi yang benar,” pungkasnya.(Yul)
beritalima.com
beritalima.com

Pos terkait