Membangun Generasi Platinum Lewat Nutrisi dan Stimulasi

oleh -83 views

JAKARTA, beritalima.com | Mari berkenalan dengan “Generasi Platinum” atau juga sering disebut “Generasi Alfa”. Generasi ini didefinisikan sebagai anak-anak yang lahir sejak tahun 2010. Sesuai namanya, anak-anak yang lahir pada generasi ini diprediksi menjadi anak-anak yang sangat bernilai, bahkan melebihi generasi emas. Anak-anak Generasi Platinum hadir pada saat teknologi komunikasi sudah sangat maju, sehingga mereka memiliki kemampuan yang tinggi dalam mengakses dan memanfaatkan teknologi tersebut. Generasi ini lebih memiliki kesempatan lebih baik untuk mengembangkan potensinya hingga menjadi manusia yang berkualitas serta produktif.

Semua orang tua pasti menginginkan putra-putrinya bisa menjadi bagian dari Generasi Platinum atau Generasi Alfa. Biasanya generasi ini tidak hanya dinilai dari kemampuan akademis, melainkan juga bidang non-akademis. Mereka adalah generasi yang siap menjadi warga dunia yang multi-talented. Orang tua harus menyiapkan Si Kecil menghadapi masa depan dengan bekal fisik yang sehat, kecerdasan intelektual, emosi dan spiritual. Jelas untuk mencapai hal tersebut, beberapa hal yang perlu dipersiapkan seperti stimulasi, pola asuh, perawatan kesehatan yang baik serta nutrisinya.

www.beritalima.com

Penelitian menunjukkan bahwa antara usia 0 hingga 5 tahun, otak anak mengalami perubahan besar. Nutrisi yang diberikan kepada anak selama periode emas inilah yang menjadi bahan baku fondasi pertumbuhan otak anak. Inilah sebabnya nutrisi otak anak begitu penting. Disamping itu agar setiap bagian tubuh tumbuh dan berkembang dengan sempurna maka tubuh membutuhkan nutrisi. Setiap bagian tubuh membutuhkan jenis nutrisi tertentu agar tumbuh dan berfungsi optimal.

Ditemui di acara Temu Komunitas di Semarang, Head of Medical Marketing KALBE Nutritionals dr. Muliaman Mansyur menegaskan peran penting susu sebagai salah satu nutrisi untuk membantu tumbuh kembang anak. “Kalsium sangat penting bagi anak-anak. Asupan kalsium yang memadai meningkatkan kepadatan tulang yang optimal yang akan membantu mengoptimalkan tinggi badan remaja dan mengurangi risiko kehilangan tulang di kemudian hari. Tentunya kita semua sudah tahu bahwa susu adalah sumber kalsium terbaik. Selain kalsium, susu juga menjadi sumber protein, dan lemak yang penting, termasuk bagi anak-anak,” papar dr. Muliawan Mansur.

Susu dan produk-produk susu adalah sumber makanan penting yang diperkaya berbagai unsur seperti kalsium, vitamin D, vitamin A, vitamin B12, dan zat gizi mikro lainnya. Faktanya, mengonsumsi susu memainkan peran penting dalam mempertahankan kadar kalsium dan cadangan vitamin D, serta berbagai manfaat kesehatan yang lebih besar berkat berbagai nutrisi yang dikandungnya. Manfaat utama yang ditawarkan susu mencakup nutrisi otak (brain care), daya tahan tubuh optimal (body defense), dan pertumbuhan tubuh optimal (body growth).

www.beritalima.com
www.beritalima.com
www.beritalima.com

“Semua kebaikan nutrisi makro-mikro di dalam susu, tidak bisa berdiri sendiri dalam membentuk Generasi Platinum, harus ada stimulasi yang memaksimalkan tumbuh kembang anak, misalnya aktivitas fisik. Orang tua harus mampu memberikan stimulasi yang dapat bersinergi dengan asupan nutrisi yang diberikan kepada anak,” papar dr. Muliaman Mansyur.

Stimulasi fisik yang tepat akan merangsang pertumbuhan anak menjadi lebih baik. Kita tahu bahwa otot menjadi lebih kuat saat digunakan. Hal yang sama berlaku pada tulang. Pada usia muda, semakin banyak aktivitas yang dilakukan, semakin kuat pula tulang mereka. Setiap jenis latihan fisik sangat bagus untuk anak-anak Anda, tetapi yang terbaik untuk tulang mereka adalah kegiatan menahan beban seperti berjalan, berlari, hiking, menari, bola basket, senam, dan sepak bola. Latihan ketahanan seperti angkat beban, juga bisa memperkuat tulang. Jadi stimulasi dan nutrisi sama pentingnya.

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut, kini Anda bisa memilih alternatif susu cair dalam kemasan praktis. Seperti Morinaga Chil*Go! yang merupakan inovasi KALBE Nutritionals dan Morinaga Research Center Jepang yang telah berpengalaman mendukung nutrisi dan kesehatan keluarga selama lebih dari 100 tahun. Melalui sebuah penelitian, terbukti bahwa pemberian suplementasi nutrisi Chil*Go! 2 botol sehari pada anak pra-sekolah 3-6 tahun disertai edukasi dan stimulasi ternyata, mempunyai dampak terhadap kualitas kesehatan anak, seperti: anak lebih bugar karena memiliki kadar hemoglobin lebih baik, dan anak lebih tahan terhadap infeksi, dan juga memperkecil risiko gangguan perkembangan dan gangguan perilaku-emosi pada anak.

Di acara yang sama, Daru Smaragiri, Business Unit Head Morinaga Liquid Nutrition melengkapi penjelasan tentang Morinaga Chil*Go! yang merupakan susu cair enak bernutrisi yang memiliki kandungan Serat Pangan Inulin. “Inulin adalah salah satu jenis karbohidrat yang mengandung serat dan tergolong sebagai prebiotik. Secara alami, inulin dapat ditemukan pada berbagai buah-buahan dan sayuran, seperti bawang merah, pisang, bawang putih, gandum, dan sebagainya. Serat Pangan Inulin bermanfaat membantu memelihara fungsi saluran pencernaan agar mendukung pertahanan tubuh Si Kecil. Ditambah lagi kombinasi 10 vitamin, dan 5 mineral untuk memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga termasuk Si Kecil, dan dapat dibawa anak saat melakukan aktivitas luar rumah, bermain, serta belajar,” papar Daru Smaragiri.

Banyak jurnal dan penelitian ilmiah yang meneliti manfaat Serat Pangan Inulin untuk meningkatkan mikroflora atau mikrobiota normal di usus sehingga dapat menjaga kesehatan saluran cerna. Dengan terjaganya mikrobiota ini akan membuat pertahanan tubuh anak menjadi lebih kuat terhadap infeksi bakteri dan virus sehingga Si Kecil tidak gampang sakit.

“Anak-anak yang sehat terbukti memiliki citra diri lebih baik dan self-esteem lebih tinggi. Sekali lagi itu sebabnya gizi anak sangat penting. Anak-anak tidak bisa membedakan makanan apa yang baik dan yang buruk. Orang tua harus memastikan bahwa setiap anaknya mendapatkan nutrisi yang sehat, sembari memberikan stimulasi yang seimbang, seperti berkomunikasi dengan positif dengan anak, berkegiatan di luar ruangan, dan tentu saja, istirahat yang cukup.” tutup dr. Muliaman Mansyur. www.beritalima.com

www.beritalima.com