Mencari Berkah di Bulan Ramadan, Mahasiswa Tuli Unesa Ikuti Ngaji Bahasa Isyarat

  • Whatsapp
SURABAYA, beritalima.com | Barang siapa mencari jalan untuk menempuh ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.(HR. Muslim 2699). Nasehat tersebut sangat tepat disematkan pada Program Mengaji Al-Qur’an Isyarat, “Belajar Tanpa Batas” yang digelar oleh Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Berbeda dari instansi pendidikan yang lain, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di bulan suci Ramadhan ini memberikan suguhan acara yang sangat spektakuler, mengaji bersama mahasiswa inklusi. Acara tersebut diselenggarakan pada hari Senin dan Kamis selama bulan Ramadhan.
Untuk Ramadhan kedua ini Unesa kembali menggelar program ngaji bahasa isyarat khusus mahasiswa tuli selama Ramadan di Masjid Baitul Makmur Unesa Ketintang, Kamis (5/3/2026).
Program ini telah rutin berjalan selama dua tahun terakhir dan ditujukan khusus bagi mahasiswa tuli.
Program ngaji bahasa isyarat ini sudah menjadi agenda tahunan setiap Ramadan, yang berjalan efektif sudah dua tahun terakhir
Tahun ini, terdapat 27 mahasiswa tuli yang mendaftar. Namun saat pembukaan, jumlah peserta yang hadir berkurang karena hujan.
Materi diawali pengenalan huruf hijaiyah menggunakan bahasa isyarat, kemudian dilanjutkan membaca surat-surat pendek Alquran.
Para mentor berasal dari Komunitas Tuli Unesa (KOTUNESA), termasuk mahasiswa semester akhir pendidikan khusus yang telah mahir bahasa isyarat.
Salah satu mentor tersebut adalah Muhammad Fadillah Akbar S1 pendidikan luar biasa.
“Mengajar mengaji membutuhkan kesabaran, telaten dan niat yang kuat. Belajar mengaji juga harus fokus dengan benar-benar menghayati dan memperhatikan mentor agar pelajaran mudah dipahami,” terang Muhammad Fadillah.
Dalam setiap pertemuan dibagi dua sesi, yakni belajar hijaiyah dan materi dasar keislaman bersama tim UKKI.
“Untuk Ramadan ini total ada tiga minggu pelaksanaan. Kelas dimulai pukul tiga sampai Maghrib, meski sempat tertunda karena hujan,” ungkapnya.
Sebagai informasi, jumlah mahasiswa disabilitas di Unesa mencapai lebih dari 130 orang, terdiri atas Tuli, tunanetra, disabilitas fisik hingga autis.
Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen kampus menghadirkan pembelajaran inklusif dan ramah bagi semua.(Yul)
beritalima.com
beritalima.com

Pos terkait