Denpasar, beritalima.com|- Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin, secara resmi melepas 1.000 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) sektor Hospitality yang akan bertolak ke Bulgaria. Acara pelepasan secara simbolis berlangsung di Hotel Prama Sanur Beach, Bali (2/4) menjadi momentum penting pencapaian target penempatan tenaga kerja terampil Indonesia di pasar internasional.
Hadir dalam acara tersebut, Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali Gede Sumarjaya Linggih, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Dirjen Penempatan KP2MI Ahnas, Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Bali, Nusa Tenggara, dan Papua (Banuspa) Kuncoro Budi Winarno. Selain itu, hadir pula Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bali Ir. Ida Bagus Setiawan.
Mukhtarudin menyebut kegiatan ini terasa sangat bermakna karena bertepatan dengan suasana Purnama Kedasa, memaknainya sebagai simbol penyucian diri dan peneguhan niat bagi para pekerja yang akan mengadu nasib di mancanegara.
“Langkah besar saudara ke dunia kerja global harus didasari niat yang bersih dan kesiapan matang. Saudara bukan hanya bekerja, tapi menjadi duta bangsa yang membawa nama baik Indonesia di mata dunia,” ucap Mukhtarudin di hadapan para CPMI.
Dikemukakan Mukhtarudin, “arahan Bapak Presiden sangat jelas: tingkatkan kualitas pelindungan dan optimalkan penempatan tenaga kerja medium-high skill. Kami tidak lagi hanya fokus pada jumlah, tapi pada kompetensi dan nilai tambah tinggi.”
Bulgaria kini menjadi negara tujuan strategis bagi tenaga kerja profesional Indonesia. Dari data Kementerian P2MI, sektor Hospitality menjadi primadona dengan total akumulasi penempatan mencapai 1.377 orang. Pada kuartal pertama tahun 2026 saja, tercatat sudah ada 360 orang yang ditempatkan di sektor ini.
”Lonjakan signifikan pada 2025 dan awal 2026 membuktikan kualitas pelayanan dan etos kerja tenaga kerja Indonesia sangat diakui di Bulgaria. Ini adalah pintu gerbang penting di Eropa,” tambahnya.
Kepada para CPMI, Menteri Mukhtarudin memberikan pesan mendalam agar tetap disiplin dan menjaga integritas. Ia mengingatkan pentingnya mengelola penghasilan dengan bijak guna meningkatkan kesejahteraan keluarga di tanah air serta kembali ke Indonesia dengan berbagi ilmu.
Program penempatan Pekerja Migran Indonesia ke Bulgaria resmi diperkuat sebagai langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses pasar kerja internasional. Dengan fokus pada sektor hospitality dan property, program ini menargetkan pemberangkatan sebanyak 2.300 tenaga kerja secara bertahap.
Dalam laporan panitia penyelenggara, disampaikan perkembangan signifikan terkait proses administrasi kandidat Pekerja Migran ke Bulgaria: Work Permit: Sebanyak 1.900 izin kerja telah diterima. Visa Kerja: 1.239 kandidat telah mengantongi visa kerja Bulgaria. Proses Berjalan: 570 kandidat sedang menunggu rilis visa dari Kedutaan Besar Bulgaria di Jakarta.
Orientasi Pra-Pemberangkatan (OPP): 478 PMI telah menyelesaikan proses OPP, sementara 261 lainnya dalam tahap penjadwalan. Penyelenggara menekankan, seluruh tahapan dijalankan secara terstruktur dan terukur dengan mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi, kesiapan kompetensi, serta perlindungan penuh bagi para pekerja.
“Jadikan kesempatan ini sebagai langkah untuk berkembang, menambah pengalaman global, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan tetap menjaga nama baik Indonesia di kancah internasional,” ujar panitia dalam laporannya. Program ini buah kolaborasi lintas sektoral melibatkan Kementerian, pemerintah daerah, lembaga keuangan, fasilitas kesehatan hingga asosiasi industri.
Jurnalis: dedy/abri








