BONDOWOSO, beritalima.com – Peran strategis tokoh agama dalam menjaga persatuan bangsa kembali ditegaskan Anggota DPR RI, Ina Ammania, saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama para pemuka agama. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo KH Hasan, Kelurahan Curahdami, Kecamatan Curahdami, Bondowoso, jumat (06/02/2026).
Dalam pemaparannya, Ina Ammania menjelaskan Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa.
Ia menegaskan, keempat pilar tersebut merupakan fondasi utama dalam menjaga keutuhan dan persatuan bangsa Indonesia yang majemuk.
“Kalau satu tonggak atau penyangga ini patah makan jomplang, apalagi sampai dua penyangga maka akan ambruk. Supaya tetap berdiri kokoh keempatnya harus tetap kokoh berdiri, itulah kekuatan empat pilar demi menjaga kedaulatan Bangsa,” ungkapnya.
Pada sesi dialog bersama tokoh agama, pembahasan difokuskan pada kontribusi pemuka agama dalam mencegah konflik sosial serta memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat. Menurut Ina, tokoh agama memiliki posisi strategis sebagai panutan moral yang mampu menanamkan nilai toleransi dan kebersamaan.
“Pendekatan keagamaan yang moderat dan menyejukkan sangat dibutuhkan untuk merawat persatuan di tengah perbedaan. Tokoh agama dapat menjadi penggerak dialog lintas umat dan penguat nilai kemanusiaan,” ujar Ina Ammania.
Ia menambahkan, sinergi antara nilai kebangsaan dan nilai keagamaan harus terus dibangun agar tercipta kehidupan sosial yang harmonis, adil, dan beradab.
Menutup kegiatan tersebut, Ina Ammania menegaskan bahwa penguatan Empat Pilar Kebangsaan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa. Dengan peran aktif tokoh agama, Empat Pilar Kebangsaan diharapkan dapat terus diinternalisasi dan menjadi kekuatan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*/Syif)








