BANYUWANGI,Beritalima.com – Kejadian janggal terjadi di area kantor Perhutani KPH Banyuwangi Selatan yang berada di kawasan wisata Djawatan, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring. Sejumlah barang titipan hasil penyitaan berupa kendaraan rakitan jenis grandong dilaporkan raib sebagian, tepatnya pada bagian mesin dan ban.
Kendaraan-kendaraan tersebut sebelumnya merupakan barang sitaan dari operasi Polhutmob KPH Banyuwangi Selatan. Barang bukti itu dititipkan dan diparkir di area parkir wisata Djawatan sambil menunggu proses penyidikan oleh aparat penegak hukum.
Dari data yang ada, total terdapat 11 barang sitaan yang terdiri dari sembilan unit grandong, satu gergaji, dan satu serkel duduk. Namun kini jumlahnya berkurang setelah satu unit gergaji telah dikeluarkan, sementara beberapa kendaraan grandong dilaporkan sudah tidak lagi utuh karena bagian mesin dan ban hilang.
Ironisnya, kendaraan-kendaraan yang diparkir tidak jauh dari kantor Perhutani itu berada di lokasi yang setiap hari dijaga. Aktivitas pegawai kantor administrasi berlangsung pada siang hari, sementara pada malam hari terdapat penjaga yang bertugas di kawasan tersebut.

Danru Polhutmob KPH Banyuwangi Selatan, Edi Wibowo, mengakui bahwa salah satu mesin kendaraan memang sempat diketahui telah dilepas dari rangkanya.
“Yang satu mesin itu kemarin ketahuan, mas. Sekarang mesinnya sudah kami amankan di dalam posko karena baut-bautnya sudah terlepas,” jelas Edi Wibowo.
Ia menambahkan, hingga kini pelaku pencurian belum diketahui karena tidak ada yang melihat secara langsung kejadian tersebut.
“Pencurinya tidak tertangkap. Yang piket juga tidak tahu orangnya siapa. Tahu-tahu pas dicek mesinnya sudah terlepas, kemudian kami amankan di dalam posko,” tambahnya.
Menurut Edi, kondisi kawasan Djawatan yang saat ini tidak lagi memiliki pagar di bagian gerbang juga menjadi salah satu kendala bagi petugas yang berjaga.
“Lha itu soalnya sekarang di Djawatan gerbangnya sudah tidak ada pagarnya, jadi yang piket juga susah kontrolnya, mas,” ujarnya.
Peristiwa hilangnya bagian kendaraan sitaan itu pun memunculkan tanda tanya. Pasalnya, lokasi parkir berada di area yang berdekatan dengan kantor Perhutani yang tetap beroperasi dan memiliki penjagaan, baik siang maupun malam hari.
Hingga kini, pihak terkait masih melakukan penelusuran untuk memastikan bagaimana barang bukti yang berada di kawasan kantor tersebut bisa raib tanpa diketahui siapa pelakunya.(Rony//B5)







