SURABAYA, beritalima.com | PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur (UID Jatim) memastikan kesiapan penuh dalam menjaga keandalan pasokan listrik selama Ramadan hingga perayaan Idul Fitri 1447 H. Ribuan personil dan berbagai peralatan operasional telah disiagakan untuk mengantisipasi potensi gangguan kelistrikan, termasuk dampak cuaca ekstrem.
Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jatim, Kemas Abdul Gafur, menyampaikan, periode siaga kelistrikan Ramadan dan Idul Fitri berlangsung mulai 14 – 29 Maret 2026. Pada masa tersebut, PLN membentuk tim khusus yang ditempatkan di berbagai lokasi vital guna memastikan sistem kelistrikan tetap stabil.
“Untuk wilayah Jawa Timur, kami menyiapkan 562 posko siaga dengan total 5.524 personil. Mereka ditempatkan di sejumlah titik strategis seperti tempat ibadah, bandara, stasiun, terminal, hingga rumah sakit,” ujar Kemas saat buka puasa bersama PLN Group Jatim dan awak media di Surabaya, Selasa (10/3/2026).
Selain menyiagakan personil, PLN juga menyiapkan berbagai sarana pendukung operasional. Di antaranya 257 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), 92 unit genset, 62 UPS, 234 unit kendaraan operasional bergerak, 15 crane truck, 359 mobil operasional, serta 457 sepeda motor operasional.
Kemas menambahkan, penggunaan kendaraan listrik di Jatim diperkirakan terus mengalami peningkatan. PLN memproyeksikan pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik pada tahun ini mencapai 20% – 30% dibanding tahun sebelumnya.
“Sejalan dengan meningkatnya penjualan dan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia, kami juga terus memperkuat infrastruktur pendukung seperti SPKLU agar masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik tetap nyaman saat melakukan perjalanan mudik,” jelasnya.
Sementara itu, terkait kebutuhan listrik selama Ramadan dan Idul Fitri, PLN memprediksi beban puncak listrik di Jawa Timur justru akan mengalami penurunan dibanding hari biasa. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berkurangnya aktivitas industri selama periode libur Lebaran.
“Pada hari normal, beban puncak listrik di Jawa Timur berkisar antara 5.000 hingga 6.000 megawatt. Saat Idul Fitri diperkirakan turun menjadi sekitar 4.800 megawatt atau sekitar dua persen lebih rendah dari kondisi normal,” ungkap Kemas.
Meski demikian, PLN memastikan ketersediaan pasokan listrik tetap dalam kondisi aman. Dengan kapasitas pembangkit dan sistem transmisi yang mencapai sekitar 9.000 megawatt, cadangan daya listrik di Jatim dinilai masih sangat memadai. “Kami memiliki reserve margin yang cukup besar, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan listrik selama Ramadan hingga Idul Fitri,” pungkasnya.(Gan)
Teks Foto: Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jatim, Kemas Abdul Gafur.








