SURABAYA, beritalima.com | Anggota DPRD provinsi Jawa Timur Muhammad Nasih Ascal menyampaikan apresiasinya terhadap kebijakan program pemerintah untuk menerapkan WFH (Work For Home) yang digagas pemerintah pusat untuk seluruh ASN (Aparatur Sipil Negara) di Indonesia.
Menurut ketua fraksi Nasional Demokrat (NasDem) DPRD provinsi Jatim ini, dengan kebijakan WFH tersebut, setidaknya masyarakat memahami kondisi geopolitik yang berdampak pada kesulitan distribusi gas dan minyak bumi.
“Salah satu solusi dari sekian banyak solusi yang tentu harus bisa dilakukan kaitannya dengan ketidakpastian terkait konflik global, ya sebisa mungkin pemerintah harus menghemat cadangan minyak bumi yang dibutuhkan oleh kendaraan bermotor,” terang Nasih.
“Dengan melakukan efisiensi berupa WFH bagi ASN merupakan salah satu solusi untuk efisiensi, itu bisa dilakukan karena kita tidak bisa memprediksi seperti apa perang global ini dampaknya bagi kelanjutan ekonomi maupun sosial ekonomi kita, semua harus dipersiapkan,” sambungnya.
Menurut Nasih selain itu, tentu harus ada solusi-solusi lain misalkan bagaimana pasokan supply BBM yang dibutuhkan oleh masyarakat.
“Saya kira banyak pakar-pakar, tokoh-tokoh yang sudah menyampaikan ide-idenya dan tinggal bagaimana pemerintah melakukan kajian-kajian lebih mendalam. Kalau bicara tentang apakah WFH itu efektif, sebenarnya kembali kepada SDM nya, selama itu dipahami dan dilakukan dengan betul insya Allah kebijakan tersebut sangat efektif,” tegasnya.
Nasih mengungkapkan, di beberapa kabupaten di Madura sudah melaksanakan WFH, disamping itu, gerakan rendah emisi juga menjadi solusi yang tepat ditengah kebijakan efisiensi BBM.
“Kita apresiasi gerakan green lingkungan dengan gemar bersepeda untuk semua masyarakat. Jika jaraknya jauh, sebaiknya menggunakan kendaraan massal seperti Bus Trans Jatim. Jadi benar-benar bisa berhemat dan bagus juga sebagai olahraga yang menyehatkan,” ujarnya.
Nasih menyampaikan bahwa
konsistensi itu sebuah tanggung jawab yang tidak ringan, jadi mengendarai sepeda itu sehat, bagus dan juga sebagai salah satu bentuk efisiensi yang bisa dilakukan oleh semua orang dan semua golongan, baik ASN maupun masyarakat umum.(Yul)








