Nilai Budaya Daerah Perlu Dihidupkan bagi Generasi Z

  • Whatsapp
Pemerhati Budaya dari Blora membahas bersama Pemprov Jateng: Nilai budaya eaerah perlu dihidupkan bagi Generasi Z (foto: istimewa)

Semarang, beritalima.com|- Generasi kekinian yang kerap disebut Generasi/Gen Z, memiliki cara pandang berbeda dalam memaknai kebutuhan dasarnya, kondisi ini membutuhkan perlunya pemahaman soal nilai budaya daerah agak tetap relevan dan adaptif.

Karena, kebudayaan terkait dengan hajat hidup umat manusia, laiknya kebutuhan dasar seperti pangan, rasa aman, dan kebahagiaan. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pelindungan Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah Eris Yunianto, saat menerima kunjungan silaturahmi Ketua Masyarakat Adat Nusantara (Matra) Kabupaten Blora, Ketua Satupena Kabupaten Blora, serta Ketua Yayasan Keraton Jipang Kabupaten Blora (3/2).

Menurut Eris, makna budaya pada pangan dicontohkan dengan keragaman kuliner antar komunitas budaya yang unik dan spesifik sehingga menjadi cermin kekayaan wisata dan ekonomi kreatif di daerah.

Untuk kebutuhan rasa aman, kehadirannya dalam wujud pemerintahan yang transparan, inklusif, tertib hukum dan ekosistem sosial yang berkelanjutan.

Adapun untuk kebahagiaan, lanjut Eris, menjadi sarana penting sebagai penguatan sekaligus pendalaman spiritualitas-religius serta pengembangan akal budi manusia menuju kesadaran-kebijaksanaan hidup bersama.

Ketua DPD Matra Kabupaten Blora, Luhur Susilo menanggapi dengan menyampaikan pentingnya penguatan tata nilai hidup dan pedoman budaya berbasis budaya Jawa. Menurutnya, internalisasi akar budaya perlu kembali diperkuat di tengah pesatnya kemajuan teknologi informatika.

Ia menilai perkembangan teknologi turut memengaruhi pola hidup keseharian generasi Z dan generasi Alpha di masa mendatang. Oleh karena itu, seluruh aspek kebudayaan perlu ditinjau ulang untuk diperkuat dan dibiasakan.

Luhur menuturkan, potensi lokal yang arif harus menjadi basis pengembangan ekonomi, sosial, dan budaya daerah. Penguatan tersebut diyakini mampu mendorong peningkatan potensi Blora secara sinergis.

Sementara Ketua Satupena Kabupaten Blora, Gunawan Trihantoro menambahkan, perlu komitmen membangun kolaborasi dengan seluruh komunitas budaya di Kabupaten Blora. Upaya tersebut diarahkan untuk menjaga dan melestarikan budaya, khususnya bagi generasi muda agar tidak tercabut dari akar budayanya.

Ketua Yayasan Keraton Jipang, Kushariyadi turut berkomentar soal keteladanan Pangeran Haryo Penangsang perlu dipahami generasi muda lintas zaman. Pemahaman tersebut penting untuk mengembangkan daya budi sesuai peran generasi kekinian.

Jurnalis: abri/rendy

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait